Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Dialog MTCC UNIMMA: Dorong Petani Tembakau Lebih Sejahtera dan Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Dialog MTCC UNIMMA: Dorong Petani Tembakau Lebih Sejahtera dan Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat

  • calendar_month Rab, 17 Jun 2026

BNews–MAGELANG– Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Press Conference bertema “Membangun Dialog tentang Masa Depan Petani Tembakau, Kesehatan Masyarakat, dan Kebijakan Pengendalian Tembakau” di Atria Hotel
Magelang, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog multipihak yang melibatkan petani tembakau, pemerintah
daerah, kementerian dan lembaga terkait, akademisi, organisasi masyarakat, media massa, serta jaringan pengendalian tembakau. Untuk membahas masa depan petani tembakau yang lebih sejahtera sekaligus mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Ketua MTCC UNIMMA, Retno Rusdjijati, mengungkap kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil kajian MTCC UNIMMA terkait kondisi petani tembakau, membangun dialog lintas sektor mengenai berbagai tantangan yang dihadapi petani, memperkuat pemahaman publik tentang pentingnya perlindungan kesehatan masyarakat, serta mendorong dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan alternatif penghidupan yang berkelanjutan bagi petani.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Dia menegaskan, kesejahteraan petani tembakau dan perlindungan kesehatan masyarakat bukanlah dua kepentingan yang harus dipertentangkan.

“Petani perlu menjadi bagian dari solusi pembangunan yang berkelanjutan. Penguatan kesehatan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila didukung oleh kebijakan yang tepat, berbasis bukti, dan dilaksanakan secara kolaboratif,” ujarnya, dalam keterangan tertulis.

Hasil studi MTCC menyatakan petani tembakau saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketidakpastian harga hasil panen, meningkatnya biaya produksi, perubahan iklim, keterbatasan akses pasar. Serta ketergantungan pada komoditas tunggal yang rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan lingkungan.

Karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani melalui diversifikasi usaha dan pengembangan komoditas alternatif yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Salah satu pembahasan penting dalam kegiatan ini adalah pengalaman petani yang telah berhasil melakukan diversifikasi usaha dan alih tanam.

Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI) sebagai binaan MTCC UNIMMA juga menyatakan bahwa sejumlah petani di berbagai daerah telah mulai mengembangkan komoditas alternatif; seperti sayuran, kopi, hortikultura, dan tanaman pangan lainnya sebagai sumber penghasilan tambahan maupun pengganti tembakau.

Pada upaya pengembangan komoditas alternatif
tersebut , muncul istilah “multikultur”- tidak hanya mencerminkan keberagaman latar belakang petani yang tergabung dalam forum tersebut. Tetapi juga semangat untuk mengembangkan berbagai pilihan usaha tani yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing daerah.

“Alih tanam bukan sekadar mengganti jenis tanaman. Alih tanam adalah proses yang membutuhkan komitmen petani, pendampingan yang berkelanjutan, akses pasar, dukungan pemerintah, dan kerja sama semua pihak. Pengalaman kami menunjukkan bahwa petani mampu beradaptasi ketika diberikan kesempatan dan dukungan yang memadai,” ujar perwakilan FPMI, Tuhar yang berasal dari Kabupaten Temanggung.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Pengalaman tersebut juga menunjukkan bahwa petani memiliki kemampuan untuk berinovasi dan mengembangkan sumber pendapatan yang lebih beragam. Ketika memperoleh pendampingan dan dukungan yang tepat.

Tuhar menyebut keberhasilan alih tanam perlu didukung secara lebih luas agar dapat dirasakan oleh lebih banyak petani.

“Kami membutuhkan pendampingan budidaya, akses permodalan, bantuan pemasaran, serta kepastian pasar. Dukungan tersebut sangat penting agar petani memiliki keberanian dan kemampuan untuk mengembangkan usaha tani yang lebih berkelanjutan,” imbuhnya.

MTCC UNIMMA menilai bahwa praktik-praktik baik yang telah dilakukan oleh petani perlu diperluas melalui dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, MTCC UNIMMA mendorong sinergi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk memperkuat program pemberdayaan petani, diversifikasi usaha pertanian, penguatan akses pasar, serta pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, MTCC UNIMMA juga memperkenalkan berbagai produk pengetahuan yang telah dikembangkan, antara lain policy paper, video dokumenter, podcast, dan infografis yang menggambarkan kondisi petani tembakau, tantangan yang dihadapi, pengalaman alih tanam, serta berbagai rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat maupun daerah.

MTCC UNIMMA berharap dialog yang melibatkan berbagai pihak ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih utuh mengenai masa depan petani tembakau di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan dan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas keberhasilan alih tanam, serta memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak dan remaja. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less