Doa Bersama Tutup Rangkaian HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 Kecamatan Kajoran
- calendar_month Jum, 28 Nov 2025

BNews-MAGELANG – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tingkat Kecamatan Kajoran resmi ditutup dengan doa bersama, Kamis (27/11/2025). Ratusan guru serta tenaga kependidikan memadati Gedung Serba Guna PGRI Kajoran untuk mengikuti agenda penutup tersebut.
Ketua PGRI Cabang Kajoran, Muhammad Ainur Rofiq, menyampaikan bahwa doa bersama menjadi rangkaian terakhir dari berbagai kegiatan yang telah digelar dalam momentum HUT PGRI dan HGN 2025.
“Setelah beberapa waktu lalu dilaksanakan beberapa kegiatan seperti turnamen olah raga antar guru, lomba-lomba, Jalan Sehat, aksi donor darah, pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat, guru dan tenaga kependidikan serta bakti sosial, pada hari ini kita tutup dengan Santapan Rohani dan doa bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang perenungan bagi para pendidik.
“Harapannya, santapan rohani dan doa bersama ini sebagai bentuk renungan dan refleksi akan tugas dan kewajiban kita sebagai pendidik. Terlebih di era sekarang, tanggung jawab guru tidaklah mudah. Namun demikian, kita juga tidak boleh melupakan jasa-jasa para guru terdahulu,” pungkasnya.
Camat Kajoran, Triyoga Budi Suryono, dalam sambutannya turut mengapresiasi para guru di wilayahnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Ia sangat mengapresiasi para guru khususnya di kecamatan kajoran. ‘Tugas berat namun mulia menanti, semoga para guru istiqomah menjalankan tugas dan kewijibannya. Karena ujung tombak pendidikan karakter dan akhlaq ada di tangan Guru.’” ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam), Kapolsek, Danramil, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta para guru dan tenaga kependidikan dari jenjang PAUD/TK/SD/MI/SMP/MTs. Penutupan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kajoran, K.H A. Amiruddin Nurusolih, S.Ag, M.Si.
Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa profesi guru merupakan amanah yang sangat mulia.
“Menjadi guru adalah sebuah kehormatan, jadi patut bahagia dan bersyukur. Guru itu sebagai muallim dan juga murabbi, muallim karena memiliki pengetahuan mendalam tentang pelbagai hal yang diajarkan kepada murid. Kemudian murabbi, adalah seseorang yang berusaha menumbuhkan, membina, membimbing, mengarahkan segenap potensi peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan,” tandasnya.(fiq/bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar