Dongkrak Ekonomi Masyarakat, Desa Karanganyar Borobudur Gelar Pasar Budaya

BNews–MAGELANG– Desa Karanganyar Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah, menggelar pasar budaya desa pada Jumat, (19/11/2021) pagi.

Dalam sambutannya, ketua panitia pasar budaya desa Karanganyar Khoiril Anwar mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut di desanya tak lain untuk mendongkrak pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19.

“Tujuan pelaksanaanya tidak lain dan tidak bukan untuk memulihkan ekonomi yang sempat hancur karena pandemi Covid-19,” katanya.

Adapun terlaksananya kegiatan tersebut kata dia, berkat kerjasama berbagai pihak, seperti Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan dan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Ia berharap dengan dilaksanakannya pasar budaya tersebut, semua potensi yang ada di desa karanganyar seperti kerajinan dan kuliner dapat turut dinikmati oleh wisatawan yang ada, demi mendorong, mendongkrak, serta menyemarakkan kembali destinasi pariwisata daerah yang menurutnya sempat jatuh akibat pandemi Covid-19.

Kegiatan pasar budaya ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni hingga Minggu (19/11) dengan beberapa agenda seperti workshop, penampilan kesenian, dan pengumuman lomba fotografi dan videografi.

Dalam pembukaan pasar budaya ini, turut hadir Kepala Bidang Promosi Dan Ekonomi Kreatif Disparpora Kabupaten Magelang, Kasi Kesenian dan Perfilman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Perwakilan Balai Konservasi Borobudur (BLKB), beserta segenap tim Eksotika Desa.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Agus Suyitno selaku perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang mengungkapkan pihaknya mendukung penuh terselenggaranya kegiatan pasar budaya di desa Karanganyar yang baru kembali terlaksana pasca pandemi Covid-19.

“Semoga bisa jadi salah satu potensi wisata, atraksi budaya. Karena salah satu ciri khas dari desa wisata itu ada atraksi budaya, dan saya lihat tadi ada bermacam-macam potensi desa,” katanya.

Ke depan lanjut Andi, pihaknya akan terus bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang; untuk bersama-sama mengemas tentang bagaimana konsep gelar budaya.

“Potensi di sini sangat bagus, tidak hanya sekedar sayur-sayuran tapi juga ada hasil kerajinan untuk kirab, seperti tumpeng dari gerabah. Itu termasuk ide-ide yang sangat kreatif,” ungkap dia.

Pasar budaya desa Karanganyar ini diawali dengan kirab kebudayaan yang diikuti oleh 4 dusun dengan sebanyak 170 peserta. Para peserta kirab dari 4 dusun masing-masing membawa kekayaan baik dari alam, maupun dari kesenian di masing-masing dusun.

Hasil bumi dan kesenian yang ditampilkan seperti gunungan gerabah, gunungan hasil bumi, tumpeng, kesenian kubro siswo, kesenian persada rimba; Bergodo renggo pertolo, dan beberapa permainan tradisional seperti egrang.

Sebagaimana diketahui, desa Karanganyar merupakan sentra produksi gerabah yang ada di Kecamatan Borobudur. Karanganyar juga menjadi salah satu desa di kawasan Candi Borobudur yang memperoleh piagam penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021; yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif (Kemenparekraf). (*/vina)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: