Bagana NU Persepsikan Bencana Alam Seperti Kisah Para Nabi, Ini Penjelasannya

BNews–MAGELANG-– Era saat ini, sudah waktunya presepsi kebencanaan menjadi maenstreaming bagi warga NU. Teologi kebencanaan kita bisa ambil berbagai dalil keagamaan dan sejarah yang ada baik dalam Alqur’an atau Hadits.  

Dalam daur kebencanaan selalu dihadapkan pada masa normal, waspada dan siaga ( ruang mitigasi dan kesiapsiagaan) , masa Awas ( masa tanggap darurat); Serta masa pemulihan ( Rehabilitasi , recovery dan rekontruksi) kemudian kembali ke masa normal.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satkornas Bagana, Chabibbullah pada Rabu siang ini (20/1/20210)

“Masa normal dan kesiapsiagaan menjadi ruang untuk melakukan mitigasi. Dalam hal ini Kisah Nabi Nuh As. menjadi refrensi pembelajaran yang luar biasa dan hal ini perlu kajian dan model pembelajaran yg bisa disampekan ke masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, NU punya intlektual dan Ulama yg mungkin bisa memberi media pembelajaran yang gampang diterima masyarakat.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Chabib sapaan akrabnya juga menyampaikan pada masa status Awas dalam presepsi kebencanaan atau sering disebut Tanggap Darurat ( Emergency Respon) untuk hal ini kisah Nabi Muhammad SAW.

“Dalam hijrah dari Makah ke Madinah adalah proses tanggap darurat ketika terjadi bencana yang dalam hal ini bencana sosial karena konflik sosial di Makah. Sehingga menimbulkan adanya kaum muhajirin, mungkin ketika saat ini mengungsi dlm bhs kebencanaan,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kemudian, lanjutnya saat itu Kaum Muhajirin diterima oleh Kaum Ansor. “Berbagai bentuk pertolongan bila dikaji lebih dalam baik dari Aspek ( Kesehatan) , logistik; trauma healing, pemukiman, pendidikan, ekonomi dan penghidupan ( livelihood). Hal itu mungkin terjadi, dan realitas tersebut yang  saat ini menjadi motivasi Bagana( Banser tanggap bencana ) untuk selalu memuliakan pengungsi ( dengan presepsi mereka kaum muhajirin) yang harus pergi dari tempat tinggalnya karena bencana Alam,” paparnya.

Sementara pada Masa Pemulihan, rehabilitasi, recovery dan rekontruksi terjadi beberapa tahun ketika di Madinah.

Menurutnya, proses interaksi yang terjadi selama di Madinah antara kaum Ansor dan Muhajirin. “Saat itu mereka mampu menginspirasi berbagai tindakan, baik dalam hal sosial , ekonomi bahkan presepsi teologi keagamaan dan strategi dakwah. Ruang resolusi konflik sosial dan resolusi konflik sumber daya alam juga terjadi dan mampu menyatukan bani Aus dan hajrod,” tegasnya.

“ Islam rohmatal lil alamin menginspirasi berbagai hal kehidupan sosial ekonomi, budaya dan pengelolaan sumber daya alam. Piagam Madinah yang menginspirasi dari berbagai resolusi dari problematika yang terjadi saat itu. Konsepsi humanitarian menjadi inspirasi utk umat Islam saat ini,” ungkapnya.

Terakhir, Chabib menyampaikan proses interaksi Kaum Muhajirin dan Ansor dalam beberapa tahun di Madinah dibawah kepimimpinan Nabi Muhamad mampu menginspirasi ketika kembali lg ke Makah.

“Presepsi Kami bahwa hijrah adalah pergi utk mengabdi dan menggali inspirasi selama hijrah untuk bekal kembali membangun tempat atau presepsi yang ditinggalkan kearah lebih baik,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: