Asyik Mandi di Sungai, Santri 13 Tahun Tewas Tenggelam

BNews—JOGJAKARTA— Seorang santri Pondok Pesantren Al Firdaus Kartosuro menjadi korban tenggelam saat asik mandi di Sungai Kuning, Bromonilan, Purwonartani, Kalasan, Sleman, Senin (29/3) sekitar pukul 12.00WIB. Korban diduga terperosok ke sungai yang dalam sementara dia tak bisa berenang.

Humas Basarnas DIJ Pipit Eriyanto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa itu. Ia menjelaskan, korban tewas adalah Latif, 13, warga Sragen. Korban ditemukan sekitar pukul 15.00WIB dalam kondisi sudah tewas tak jauh dari lokasi dia tenggelam.

Menurut Pipit, peristiwa itu bermula saat korban bersama rombongan berjumlah 30 anak-anak dan tujuh orang pengurus dari pondok melakukan kunjungan wisata alam di wilayah Parisewu Bromonilan, Kalasan pada kemarin siang. Tidak lama usai kedatangan, korban lantas mandi di sungai. 

Saat itu korban mandi bersama temannya, Junda, 13. Ia kemudan berenang di bawah air terjun namun tak sadar jika sungai itu cukup dalam.

Kedua santri ini terjun ke sungai dan langsung tenggelam. Saksi Ilyas yang berada di lokasi kejadian melihat kedua rekannya hendak tenggelam. Ia kemudian memberikan pertolongan menggunakan bambu.

”Junda berhasil diselamatkan karena bisa meraih bambu, tapi Latif justru tenggelam,” kata Pipit.

Sejumlah santri lain berusaha menyelamatkan Latif namun gagal. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada polisi dan langsung dilakukan pencarian. 

Menurut Pipit, usai menerima laporan, Basarnas DIJ mengerahkan tim rescue untuk melakukan upaya pencarian bersama TNI, Polri, BPBD, masyarakat setempat dan unsur lainnya. Tak berapa lama, petugas gabungan berhasil menemukan korban, tak jauh dair lokasi dia tenggelam.

”Korban berhasil ditemukan saat petang. Saat ditemukan, kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: