Dua Pegawai Honorer di DLH Kabupaten Magelang Ikut Jadi Tersangka Kasus Korupsi

BNews–MAGELANG–– Dua orang tenaga harian lepas (THL) atau pegawai honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang ditetapkan menjadi tersangka. Karena terjerat kasus korupsi operasional BBM truk pengangkut sampah.

Kedua orang tersebut berinisial DMR dan DNG yang bertugas di UPT Pengelolaan Sampah di DLH Kabupaten Magelang. Kedua tersangka tersebut menyusul dua terdakwa sebelumnya yang merupakan PNS di lokasi tersebut.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang Christian Erry Wibowo Marryuana sat ditemui awak media kemarin (22/8/2022).

“Kedua tersangka ini turut terlibat dalam penyalahgunaan dana. Yaitu dengan memanipulasi nota pertanggungjawaban,” katanyanya.

Dikatakan Erry, kedua tersangka, atas izin dan sepengetahuan terdakwa membantu mencetak nota palsu. Tak tanggung-tanggung, jumlah nota palsu yang dicetak sekitar 4.500 buah.

“Tersangka DNG memformat dan membuat nota palsu pada Maret. Karena sakit, kemudian dilanjutkan tersangka DMR,” imbuhnya.

Kedua tersangka, lanjutnya, mencetak nota palsu dengan memakai printer khusus yang dibeli dari toko online. Selain itu juga mengatur bentuk nota, nomor SPBU, hingga nominal.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Setidaknya, lanjutnya ada pilihan enam jenis nota yang pada akhirnya digunakan dua bentuk format untuk pertanggungjawaban. “Nota itulah yang ditempelkan untuk LPJ. Mereka membantu kasir atau bendahara atas perintah dua terdakwa sebelumnya,” lanjut Erry.

Sangkaan pasal kepada tersangka sama dengan terdakwa sebelumnya. Yakni pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pindana korupsi juncto pasal 5 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain itu bisa juga pasal 9 UU 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yaitu terkait pemalsuan surat.

Sebelumnya kasus tersebut sudah terdapat dua terdakwa yang sudah menerima putusan pengadilan. Yakni Kepala UPT Irhamni Noor Syarif dan Bendahara Bibit.

Kedua terdakwa tersebut merupakan PNS dan sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Semarang. Keduanya divonis 1,3 tahun dan denda masing-masing Rp. 50 jt. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: