Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bocor! Ini Roadmap Penataan Pasar Tradisional Magelang, Mulai dari Relokasi Hingga Revitalisasi

Bocor! Ini Roadmap Penataan Pasar Tradisional Magelang, Mulai dari Relokasi Hingga Revitalisasi

  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025

BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang terus melakukan upaya penataan terhadap pasar-pasar tradisional, khususnya di dua lokasi strategis, yaitu Pasar Muntilan dan Pasar Borobudur.

Meski keterbatasan anggaran membuat pembangunan fisik belum dapat dilakukan secara besar-besaran, namun penertiban dan optimalisasi fungsi pasar menjadi fokus utama Pemkab Magelang di tahun 2025.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang, Pantjaraningtyas Putranto; mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki roadmap penataan pasar yang matang.

Namun, lanjutnya karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, pelaksanaan pembangunan atau revitalisasi menyeluruh dilakukan secara bertahap.

“Kalau pembangunan fisik, dananya harus dikumpulkan dari beberapa tahun anggaran. Istilahnya kami harus menabung dulu,” ujarnya saat ditemui di Lapangan drh Soepardi Mungkid, Selasa (1/7/2025).

Menurut Tyas, persoalan utama yang dihadapi saat ini justru datang dari sisi fungsional pasar. Di Pasar Borobudur; misalnya, banyak kios yang sudah dibangun pemerintah justru dibiarkan kosong. Pedagang lebih memilih berjualan di luar pasar, bahkan di sepanjang tepi jalan.

“Alasannya, karena kondisi di dalam pasar dianggap kurang layak dan terkesan kumuh. Akhirnya, pembeli pun lebih memilih belanja di luar. Dari mobil atau motor langsung turun dan belanja. Praktis dan cepat. Ini yang membuat kios dalam pasar ditinggalkan,” jelasnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada estetika kawasan, tetapi juga menimbulkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum. Keberadaan pedagang liar di bahu jalan membuat pasar tampak semrawut, bertolak belakang dengan semangat modernisasi pasar yang selama ini digaungkan oleh pemerintah.

Masalah serupa juga terjadi di Pasar Muntilan. Meskipun penertiban pedagang liar telah dilakukan berulang kali oleh tim gabungan; dari Satpol PP, Polresta Magelang, dan Kodim 0705/Magelang, namun pedagang tetap kembali berjualan di bahu jalan, terutama di sisi Jalan Klangon.

“Sempat berhasil kami tertibkan, tapi kemudian muncul lagi pedagang baru di titik-titik lain. Ini tantangan besar yang terus kami evaluasi,” kata Tyas.

Pemkab Magelang saat ini juga sedang mencari solusi untuk menata ulang penempatan pedagang sayur yang selama ini kerap berjualan di badan jalan. Penempatan yang tidak sesuai ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pembeli maupun pengendara.

“Kami pikirkan penempatan yang baru untuk pedagang sayur agar tidak mengganggu aktivitas jalan raya. Rencananya akan dilakukan relokasi,” tambahnya.

Tyas menegaskan bahwa penataan pasar bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut budaya tertib, kebersihan, serta kesadaran para pedagang dan pengunjung.

“Pemerintah berkomitmen menciptakan pasar tradisional yang tidak hanya layak secara infrastruktur, tetapi juga fungsional dan ramah bagi semua pihak,” tegasnya.

Upaya ini diharapkan mampu menjadikan Pasar Muntilan dan Pasar Borobudur sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat yang lebih teratur, aman, dan nyaman di masa mendatang. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less