Dua Pengedar Narkoba di Jogja Diringkus

BNews—YOGYAKARTA—Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda DIY mengamankan dua pengedar narkoba. Penangkapan itu hasil pengembangan laporan warga jika didaerahnya ada dugaan peredaran obat terlarang.

Direktur Resnarkoba (Dir Resnakroba) Kombes Pol Ary Satriyan saat ungkap kasus di Dit Resnarkoba Polda DIY menuturkan, pelaku berinisial S, 42, warga Sinduadi, Mlati, Sleman dan AAP, 22, Warga Ambarketawang, Gamping, Sleman.

”Pelaku S adalah pengedar pil sapi sedangkan AAP pengedar pil riklona dan yarindu,” ungkapnya, kemarin (4/6/2020)

Jelas dia, kedua pelaku ditangkap dirumahnya masing-masing. S ditangkap pada hari Jumat (29/5/2020), sedangkan AAP pada hari Senin (1/6/2020). Polisi berhasil menyita barang bukti 1.410 butir pil sapi, 20 butir riklona, dan 2.477 butir pil yarindu.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku S mendapat pil sapi dari temannya dengan cara membeli langsung dan lokasi pembeliannya di dekat pasar Sleman. Ia membeli satu botol berisi 1.000 butir dengan harga Rp1,5 juta.

Kemudian dijual lagi dengan sasaran anak muda seharga Rp190 ribu per 100 butir.”Kesehariannya, S berprofesi sebagai tukang odong-odong. Ia menjual barang itu sudah sekitar empat tahun dan memesan pil sapi setiap tiga bulan sekali,” jelasnya.

Sementara AAP mendapat riklona dan yarindu melalui online, harganya Rp600 ribu per botol. Ia yang kesehariannya bekerja sebagai buruh, menjual barang itu lewat media sosial (medsos) seharga Rp200 ribu per 100 butir.

AAP ini berjualan obat tanpa izin sejak dua bulan terakhir dan sudah tujuh kali mengedarkannya “Motif mereka mencari keuntungan. Karena itu kami masih mengembangkan kasus ini dan mencari siapa Bandar yang menjual ke mereka,” imbuh Ary.

Akibat aksinya, S dijerat Pasal 196 UU No 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara denda Rp1 miliar. Sedangkan AAP dijerat Pasal 62 UU 5/1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara denda Rp100 juta. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: