DUH! 2 Prajurit Akmil Magelang Diserang Pria Bertato di Jogja dengan Sajam

BNews—JOGJAKARTA— Seorang prajurit TNI yang berdinas di Akademi Militer (Akmil) Magelang menjadi korban penganiayaan di Sleman, Jogjakarta, Rabu (28/9) malam. Akibat sabetan senjata tajam, korban bernama Prajurit Dua (Prada) Muhammad Rizal, 24, mengalami luka di bagian kepala.

Informasi yang diperoleh dari akun Instagram @lintas.military, korban berasal dari satuan Perbekalan dan Angkutan Akademi Militer (Bekang Akmil). Saat peristiwa terjadi, Rizal bersama rekannya Prada Barep Oktavian, tengah berboncengan di atas sepeda motor.

Kronologi bermula ketika Keduanya anggota TNI Angkatan Darat tersebut menaiki sepeda motor dari arah Magelang. Saat tiba di jalan sebelum Simpang Empat Beran Tridadi, Sleman, tiba-tiba muncul seorang pemuda yang diketahui bernama Muhammad Supya Alam, mengendarai sepeda motor yang melaju dengan kencang.

Tersangka merupakan pemuda 21 tahun kelahiran Magelang dan tinggal di Wadas, Tridadi, Sleman. ”Pemuda itu dengan ugal-ugalan memacu kencang sepeda motornya, dan hendak menabrak motor yang ditumpangi korban dan rekannya,” tulisnya seperti dikutip Borobudur News, Jumat (1/10).

Kedua prajurit TNI tersebut awalnya tak menghiraukan aksi pemuda tersebut dan kembali mengendarai sepeda motornya. Akan tetapi, pemuda tadi berteriak menantang sehingga korban dan rekannya pun berhenti.

Siapa sangka, pemuda itu memanggil kawan-kawannya dan terlihat sambil memegang senjata tajam (sajam) berupa pisau. Kedua prajurit TNI itu kemudian memacu motornya kembali. Sementara, Supya Alam dan kawan-kawannya terus mengejar kedua prajurit TNI.

Setelah tiba di Simpang Empat Denggung, tiba-tiba Muhammad Rizal turun dari sepeda motornya. Sementara itu, rekannya Prada Barep Oktavian tetap berada di sepeda motor.

”Beberapa saat berselang, Prada Barep melihat rekannya sudah mengalami luka robek sayatan di bagian kening dan pelipis mata kiri,” jelasnya.

Pada akhirnya, kedua prajurit TNI tersebut berhasil mengamankan tersangka sekaligus barang bukti penyerangan berupa pisau. Sekitar pukul 22.10WIB, Prada Muhammad Rizal dan Prada Barep Oktavian menghubungi Kepolisian Sektor (Polsek) Sleman, untuk menyerahkan tersangka. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: