Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Duh… Meningkat Jadi 80 Ton Per Hari Volume Sampah di Kota Magelang

Duh… Meningkat Jadi 80 Ton Per Hari Volume Sampah di Kota Magelang

  • calendar_month Rab, 1 Feb 2023

BNews–MAGELANG-– Ditahun 2022, volume sampah di Kota Magelang meningkat tajam.  Dari 60 ton per hari pada 2022, awal tahun ini mencapai 80 ton.

Peningkatan produksi sampah 20 ton per hari itu diduga karena aktifitas masyarakat yang kembali normal selepas pandemi Covid-19. Sampah organik mendomonasi 60 persen.

Terbanyak dari sampah rumah tangga. Fenomena ini berbanding terbalik dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Magelang yang berlokasi di Banyuurip, Kabupaten Magelang, belum berubah.

Sampah kian bertambah, menumpuk, dan kehabisan tempat untuk menampungnya. Pemkot Magelang pun belum bisa membangun TPA di kawasan kotanya sendiri, karena lahan terbatas.

“Persyaratan teknis TPA itu setidaknya harus berjarak 1 kilometer dari dari tempat tinggal yang terdekat,” jelas Kepala Bidang Pengelolaan dan Penanganan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang Widodo kemarin.

Upaya yang bisa dilakukan DLH Kota Magelang, yaitu memperpanjang usia TPA Banyuurip. Yakni dengan cara memberdayakan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah.

Kemudian membuat bank sampah, kampung organik, serta mendaur ulang sampah yang bisa dimanfaatkan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Selain itu, membangun TPS 3R di Bojong, Kecamatan Magelang Selatan. Hanya saja, proses pembangunannya sampai saat ini belum selesai. “Tempat pengelolaan sampah ini menerapkan sistem reuse, reduce, recycle. Sampah yang masuk langsung diproses, sehingga tidak ada penimbunan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ada pula program sekolah sampah yang dilakukan setiap tahun. Pada 2022 lalu terdapat 30 orang dilatih dari setiap wilayah di Kota Magelang.

Program ini memberi edukasi kepada masyarakat cara memilah sampah dari rumah, pelatihan olah sampah, pelatihan daur ulang. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah yang dibuang.

“Bila perlu tidak ada sampah yang dibawa ke TPA,” imbuhnya.

Ke depannya akan diadakan program RT/RW Mandiri Sampah yang akan dimulai pada Februari-November 2023.

Dengan konsep pengelolaan secara mandiri oleh kader yang dibentuk di lingkungan tingkat RT/RW.

Ia mencontohkan, sampah organik dikelola menjadi kompos untuk dipakai kampung organik. Sampah anorganik dipisah untuk dijual ke bank sampah. (*/radarsemarang)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less