Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Dulu Rumah Reyot, Kini Megah! Hadiah Tak Terduga di Ulang Tahun PT TWC

Dulu Rumah Reyot, Kini Megah! Hadiah Tak Terduga di Ulang Tahun PT TWC

  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025

BNews-MAGELANG– Dua rumah tidak layak huni milik warga sekitar Candi Borobudur resmi direnovasi dan diresmikan menjadi rumah layak huni oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) bersama InJourney Destination Management (IDM), Jumat (11/7/2025).

Peresmian dilakukan langsung oleh Direktur Utama IDM Febrina Intan dan Direktur PT TWC Mardijono Nugroho. Dua penerima manfaat renovasi rumah adalah Narun (60), warga Desa Ngargogondo, dan Sarni (74), warga Dusun Ngaran, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Acara peresmian berlangsung di lokasi rumah dan ditandai dengan penandatanganan prasasti serta penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada penerima manfaat. Seluruh tamu undangan turut meninjau kondisi rumah yang telah direnovasi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Magelang Kunta Mahendradatta serta Camat Borobudur Subiyanto. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-45 PT TWC yang mengusung tagline Migunani Tumraping Liyan.

Direktur Utama IDM Febrina Intan menyampaikan bahwa program renovasi rumah merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar kawasan destinasi wisata.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan ini lebih daripada membangun bangunan fisik. Rumah ini merupakan simbol harapan baru; martabat, dan keamanan hidup bagi penerima manfaat. Kami berkomitmen melanjutkan program ini; di tahun depan untuk bisa lebih banyak menjangkau rumah tidak layak huni, khususnya di kawasan destinasi kami berada,” jelas Febrina.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ia menambahkan bahwa keberadaan IDM harus memberi dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Ia juga mengajak berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi demi menciptakan perubahan yang nyata.

“Semangatnya adalah apa yang kita dapat, harus kita berikan kepada yang membutuhkan. Terima kasih kolaborasinya, semangatnya dan mudah-mudahan ini adalah sebuah awal dari perjalanan yang baik yang kita bangun bersama-sama. Tanpa bantuan dari masyarakat, tanpa kerja sama dari aparat. Jadi ini kolaborasi berbagai pihak. Doakan kami, semoga kami selalu membawa manfaat,” imbuhnya.

Camat Borobudur Subiyanto memberikan apresiasi atas kontribusi PT TWC dan InJourney dalam merenovasi dua rumah tidak layak huni di wilayahnya. Ia menyebut langkah ini sebagai wujud dari pengelolaan pariwisata yang inklusif dan berkualitas.

“Terima kasih kepada InJourney telah berbagi kesejahteraan kepada kita. Dua warga kita telah diberi sebuah ruang kesejahteraan, dengan diberi ruang rumah yang menurut saya sangat layak untuk ditempati. Ini merupakan suatu keberkahan bagi beliau,” ucap Subiyanto.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan pariwisata tidak dapat berjalan sendiri dan memerlukan dukungan semua pihak. Atmosfer pariwisata yang baik akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan pengunjung.

“Kami sering matur bahwa pariwisata bukan datang sendirian dan tidak datang dengan sendirinya. Artinya bahwa pariwisata harus dibangun dan atmosfer pariwisata sangat menentukan terkait dengan keberhasilan pariwisata itu sendiri. Jadilah tuan rumah yang baik ketika kita mengelola pariwisata. Artinya, apa yang dilakukan TWC harus kita dukung. Menjadi tuan rumah yang baik, menjaga kebersihan, menjaga keramahan, hospitality, adalah merupakan salah satu kunci dari sebuah kolaborasi untuk mengembangkan pariwisata,” lanjutnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sementara itu, Narun bersama istrinya Yaminah (58) tampak haru menerima kunci rumah yang telah direnovasi. Pasangan suami istri ini telah menanti selama 24 tahun untuk bisa memiliki rumah yang layak di tanah kelahirannya.

Keduanya berprofesi sebagai penderes kelapa dan memproduksi gula jawa dari hasil sadapan nira pohon kelapa milik warga lain. Dalam seminggu, mereka bisa memproduksi sekitar 5–6 kilogram gula jawa yang dijual dengan harga Rp22.000 per kilogram.

“Alhamdulillah senang sekali. Dikasih rezeki sama Allah. Kami ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada TWC dan seluruh pihak yang telah membantu. Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat untuk mencari rezeki lebih bagi keluarga,” ujar Yaminah.

Sarni, penerima manfaat lainnya, tak kuasa menahan air mata saat rumah barunya diresmikan. Ibu tunggal dari tiga anak ini selama puluhan tahun menempati rumah peninggalan orang tuanya sejak 1980-an yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Kini, rumah yang berada di sisi timur Taman Wisata Candi Borobudur itu telah berubah menjadi hunian yang layak dan nyaman.

“Terima kasih tak terkira atas bantuan yang tak pernah disangka-sangka ini. Kami bisa hidup lebih nyaman dan aman walau kini tinggal seorang diri di sini,” ungkap Sarni penuh syukur. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less