Gagal Curi Ikan Koi, Seorang Anak Membawa Pedang Keluyuran di Jogja

BNews–JOGJA– Anak dibawah umur diamankan jajaran Kepolisian Polsek Ngampilan Jogja (3/7/2020). Pasalnya anak tersebut usai berkeliaran sambil membawa senjata tajam.

Pelaku sebelumnya sempat terlibat kejar-kejaran dengan sejumlah driver ojek online (ojol) pada malam hari 3 Juni lalu. Teryata anak tersebut habis meminum miras dan melakukan tindakan pencurian ikan koi.

Anak tersebut FN, 17 seorang pelajar warga Kampung Rotowijayan, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Ia diamankan massa yang mengejar dia dan rekannya hingga tertangkap di pertigaan KH Ahmad Dahlan dan diserahkan kepada aparat.

Kapolsek Ngampilan Kompol Hendro Wahyono menjelaskan, FN diketahui juga terpengaruh minuman keras (miras) saat membuat onar. Dia juga sempat hendak membacokkan pedang yang dibawanya kepada driver ojol yang mengejarnya karena merasa terus dibuntuti.

Dijelaskan peristiwa bermula saat FN mengajak rekannya FH, 20, untuk membeli miras di kawasan Stasiun Tugu. Usai menenggak miras, FH lantas mengajak FN untuk mencuri ikan Koi di daerah Jogokaryan.

Usai mencuri ikan, keduanya langsung pulang ke rumah FH untuk menaruh ikan koi yang dicuri tersebut agar tidak mati. Setelah menaruh ikan, mereka kembali keluar rumah untuk kembali mencuri ikan di daerah Tamanan.

Namun, saat kembali keluar rumah, FN juga menenteng sebilah pedang sepanjang kurang lebih satu meter. Rekannya sempat menanyakan keperluan pedang itu, FN menjawab untuk berjaga-jaga.

Keduanya lantas berboncengan menggunakan sepeda motor menuju ke Tamanan Bantul, guna mencuri ikan kembali.  “Ternyata aksinya tersebut diketahui oleh pemilik ikan. Mengetahui aksinya diketahui, pelaku langsung menganyunkan pedang yang dibawanya,” tambah Kompol Hendro.

DOWNLOAD MUSIK KESUKAANMU (KLIK DISINI)

Di lokasi itu, FN juga memprorakporandakan akuarium pemilik hingga hancur dan pemilik disinyalir mengalami kerugian materil. Gagal mencuri ikan di Tamanan, Bantul, kedua pelaku memacu sepeda motornya menuju daerah Tamansiswa sambil menyeretkan pedangnya ke aspal.

Ternyata saat melintas, sepeda motornya dibuntuti warga. Mereka kemudian memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi sambil pelaku FN menyeret pedang di jalan beraspal.

Sampai di pertigaan KH Ahmad Dahlan, FN sempat turun dari motor dan mengayunkan pedang ke arah salah seorang driver ojol yang mengejar. “Beruntung sambetan pelaku tidak mengenai ojol. Pelaku pun langsung naik sepeda motornya dan memacunya kembali,” tambahnya.

Kemudian, keduanya memacu sepeda motornya ke arah Jalan Parangtritis. Sesampainya di lokasi itu driver ojol lain yang mengetahui FN yang berboncengan merupakan klitih langsung menangkap dan menggiring mereka ke polisi.

“FN ini pernah juga terlibat kasus pada 2018 namun tidak sampai ke ranah hukum,” ungkap Kapolsek.

Kepolisian Sektor (Polsek) Ngampilan menjerat pelajar yang kedapatan menenteng senjata tajam, FN dengan pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951. FN terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

“Namun karena pelaku masih dibawah umur maka di proses sesuai peradilan anak,” pungkasnya. (*/islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: