Gelar Webinar, MTCC Unimma Dorong Kemandirian Petani Menuju Kedaulatan Pangan

BNews—MAGELANG— Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Magelang (MTCC Unimma) kembali menyelenggarakan webinar, Jumat (12/8/2022). Yang mana kali ini mengangkat tema ”Meningkatkan Kemandirian Petani Melalui Optimalisasi Peran FPMI Menuju Kedaulatan Pangan”.

Ketua MTCC Unimma, Retno Rusdjijati mengungkapkan webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas anggota Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI) dan semua pihak yang berminat dalam bidang pertanian.

Kemudian menfasilitasi petani tembakau dan non petani tembakau dalam mengembangkan pertanian. Menguatkan jejaring petani yang sudah terbentuk serta mempertemukan pelaku pertanian pada stakeholder pengambil kebijakan seperti kementerian terkait dan pemerintah daerah.

”Dari webinar ini, kami berharap petani yang tergabung dalam forum benar-benar bisa mengaktualisasikan bahwa dirinya bermanfaat bagi bangsa,” ujarnya, di sela-sela kegiatan webinar, Jumat (12/8/2022).

Menurutnya, pertanian merupakan isu strategis dalam pembangunan Indonesia, khususnya perwujudan kedaulatan pangan Indonesia. Meski demikian, kesejahteraan petani sampai saat ini belum terperhatikan.

”MTCC Unimma yang concern pada pengendalian tembakau menemukan bahwa kesejahteraan petani khususnya petani tembakau makin turun dari tahun ke tahun,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, kata Retno, pihaknya telah menggelar sekolah tani. Yakni memberikan ilmu untuk membantu para petani meningkatkan kesejahteraan.

”Pada periode pertama kemarin, kami mengajari budi daya anggrek, budi daya ikan dan lain sebagainya. Yang diharapkan bisa diterapkan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Lanjut dia, setelah webinar, pihaknya berencana akan menggelar sekolah tani periode kedua yang berfokus pada petani muda.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

PIC Media, Network & Communication MTCC Unimma, Rochiyati Murni menambahkan, data BPPSDM menyatakan bahwa jumlah petani Indonesia tahun 2020 ada sekitar 33 juta jiwa. 29 persen dari jumlah tersebut, usianya antara 19 sampai 39 tahun (petani milenial).

”Tantangan global untuk semua bidang, menuntut pelaku ekonomi untuk melek teknologi. Semestinya, karakteristik milenial yang akrab dengan komunikasi, media, juga teknologi digital ini berperan penting menjadi faktor pengungkit produktivitas pertanian,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (12/8/2022).

Dengan webinar ini, lanjut Rochiyati, diharapkan bisa menggugah semangat tani berkemajuan sebagai gerakan tajdid pada bidang pertanian. Spirit tajdid yang dimiliki Muhammadiyah diharapkan akan mampu mengembangkan subyek kekuatan umat dan bangsa Indonesia yakni petani.

”Selanjutnya upaya MTCC ini diharapkan bisa menjadi salah satu role model dalam membangun paradigma jihad kedaulatan pangan dan implementasi sistem pertanian terpadu ala Muhammadiyah,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: