Masyarakat Adat Sawangan Magelang Deklarasi Dukungan Ke Sudaryono Maju Pilgub Jateng
- calendar_month Sab, 18 Mei 2024

BNews-MAGELANG- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 tinggal menghitung hari. Termasuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2024.
Sejumlah tokoh pendukung kadidat Bacalon Gubernur Jateng terus bergerak. Salah satunya yang dilakukan Ketua Umum DPP PAPERA ( Pedagang Pejuang Indonesia Raya ) sayap Parti Gerindra, Don Muzakir di Sawangan Kabupaten Magelang Kamis kemarin (16/5/2024).
Ia datang berkunjung melihat langsung kondisi pedesaan, sesuai amanat Prabowo. Dan Ia datang menemui Masyarakat Adat di Desa Gantang Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang.
Don memperkenalkan Sudaryono sebagai Bacalon Gubernur Jateng dari Partai Gerindra. Dimana di Sawangan sendiri sudah berdiri Relawan Paketik’e Mas Dar yang dibentuk oleh Mbah Roso.
Kehadiran Don disambut Masyarakat Adat setempat. “Rahayu…rahayu…rahayu…” Salam pembuka yang disampaikan oleh Don Muzakir ; dalam acara pertemuan dengan petani dan masyarakat adat dan penghayat di dusun Kadisono, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan.
Perkataan tersebut membuat rasa kagumnya masyarakat kepada Don Muzakir, Kamis (16/04). Hal tersebut disampikan oleh Muhyat ketua Peradi (Persatuan Dalang Indonesia) Kabupaten Magelang; yang juga mantan kepala Desa Gantang .
Muhyat, 58) menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Don Muzakir dalam sambutannya pada pertemuan; antara petani penghayat dan masyarakat tradisi yang berlangsung di desa Gantang, membuktikan; bahwa Don Muzakir yang asli keturunan Aceh sangat menghargai dan menghormati tradisi dan budaya Jawa.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
“Saya cukup kaget mendengarnya, betapa bang Don (panggilan akrabnya) sangat paham betul dengan seluk beluk tradisi Jawa,” kata Muhyat.
Menurutnya karena kata ucapan Rahayu itu sendiri bagi masyarakat Jawa adalah salam sapaan.”Kata Rahayu sapaan salam yang biasa digunakan untuk mendoakan keberkahan dan kedamaian bagi seseorang,” imbuhnya.
Mbah Roso pendiri Relawan Paketik’e Mas Dar yang ikut hadir juga menyampaikan bahwa kata “Rahayu”; sejak dulu kata ini digunakan sebagai doa atau harapan baik yang dipanjatkan untuk keselamatan dan kesejahteraan umat manusia.
“Salam Rahayu berasal dari kata “hayu” yang berarti kesentosaan, kebaikan, dan kecantikan. Ungkapan ini identik dengan hal-hal baik yang dimohonkan untuk seseorang dan bisa ditujukan kepada siapa saja; mulai dari teman, kerabat, ataupun keluarga,” katanya.
Tidak hanya itu, lanjutnya makna Rahayu juga merupakan isyarat yang ditujukan untuk mewajibkan seseorang berbuat baik.
“Hal ini seperti moto Sudaryono (calon gubernur Jawa Tengah) yang pada setiap acara formal informal; Sudaryono selalu berpesan kepada masyarakat dengan mengutip pesan Pangeran Diponegoro kepada rakyatnya,” Trusu Milir Wenganing Budi (Ojo leren dadi wong apik),” paparnya.
Sementara Don Muzakir dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa konsennya terhadap dunia pertanian; adalah permintaan langsung dari pak Prabowo Subianto untuk penggalangan petani dalam rangka ketahanan pangan nasional
“Kemenangan pak Prabowo Subianto dan mas Gibran harus kita kawal, jangan sampai melenceng dari janji janjinya kepada Petani. Oleh karena itu, pertemuan hari ini adalah dalam rangka mengawal program pertanian pak Prabowo agar semua kebutuhan pertanian langsung ke petani,” kata pria yang akrab disapa Bang Don.
Pertemuan yang dihadiri puluhan warga petani, warga adat, dan penghayat oleh bang Don juga diperkenalkan nama Sudaryono; yang pada bulan Agustus ini akan ditetapkan sebagai calon gubernur Jawa Tengah yang diusung oleh Partai Gerindra.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
Sudaryono sendiri saat ini sebagai ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Propinsi Jawa Tengah.
Dalam acara itu pun Don Muzakir juga spontanitas memberikan bantuan untuk pembangunan atap di gedung pertemuan; yang dijadikan tempat yang dikeramatkan oleh warga dan usianya sudah 700 tahun. Tempat itu biasa dipakai untuk acara acara Adat dan tradisi di masyarakat Magelang. Nama tempat itu dikenal dengan Nongkro growong.
Acara yang berlangsung di tengah tengah bau dupa dan kemenyan itu, pun diakhiri dengan deklarasi warga adat dan petani atas dukungannya kepada Sudaryono, sebagai gubernur Jawa Tengah. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar