Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Gunung Merapi: Mengungkap Mitos dan Kepercayaan yang Menyelubunginya

Gunung Merapi: Mengungkap Mitos dan Kepercayaan yang Menyelubunginya

  • calendar_month Jum, 15 Des 2023

BNews-MAGELANG– Mitos-mitos Gunung Merapi telah menjadi rahasia umum yang terkenal di kalangan pendaki.

Sebagai gunung paling aktif di Indonesia dengan ketinggian 2.930 meter di atas permukaan laut, Gunung Merapi seringkali menjadi tujuan para pendaki dan di sekitarnya terdapat banyak tempat wisata yang menarik.

Seperti halnya gunung-gunung lain di Pulau Jawa, Gunung Merapi tidak lepas dari berbagai mitos dan kepercayaan. Dari Pasar Gaib hingga Keraton Lelembut, berikut adalah mitos-mitos yang ada seputar Gunung Merapi:

  1. Pasar Bubrah: Pasar Gaib di Puncak Gunung Merapi

Menurut laman resmi Museum Gunung Merapi, masyarakat sekitar Gunung Merapi percaya bahwa terdapat pasar gaib di puncak gunung tersebut yang dikenal dengan nama Pasar Bubrah.

Pasar Bubrah sendiri adalah sebutan dari masyarakat untuk pasar gaib yang dipercaya berada di wilayah tersebut.

Lokasi Pasar Bubrah berada di salah satu jalur pendakian Gunung Merapi. Di tempat ini terdapat batu-batu besar yang dianggap sebagai perwujudan meja dan kursi para makhluk halus.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Banyak pendaki yang lewat di wilayah tersebut melaporkan mendengar suara keramaian layaknya di pasar. Pasar ini dipercaya sebagai bagian dari Kerajaan Merapi atau Keraton Merapi yang dihuni oleh makhluk gaib.

  1. Keraton Makhluk Halus di Gunung Merapi

Masyarakat setempat juga percaya bahwa di Gunung Merapi terdapat Keraton Makhluk Halus. Kisahnya, Panembahan Senopati memenangkan pertarungan melawan Pasukan Pajang berkat bantuan dari Keraton Merapi.

Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Merapi melakukan ritual budaya seperti Selamatan atau Wilujengan sebagai ungkapan terima kasih.

Beberapa tempat yang dipercaya sebagai bagian dari Keraton Merapi antara lain kawah sebagai pusat keraton, daerah batuan pasir sebagai Pasar Bubrah, Hutan Patuk Alap-Alap sebagai tempat penggembalaan ternak Keraton Merapi, dan Gunung Wutoh sebagai gerbang utama Keraton Merapi.

Keraton ini dipercaya diperintah oleh Empu Rama dan Empu Permadi. Selain itu, ada juga nama-nama seperti Kyai Sapu Jagad, Nyai Gadung Melati, Kartadimeja, dan Kyai Petruk yang dipercaya memiliki tugas masing-masing dalam menjaga Keraton Merapi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
  1. Larangan Menangkap Macan Putih dan Kuda di Hutan Patuk Alap-Alap

Salah satu larangan yang harus dihindari oleh masyarakat setempat adalah menangkap macan putih yang hidup di Hutan Blumbang. Aturan yang sama juga berlaku untuk Kuda yang tinggal di Hutan Patuk Alap-Alap. Keduanya dianggap sebagai makhluk dari Keraton Merapi dan tidak boleh diganggu.

  1. Gunung Merapi sebagai Penyeimbang Pulau Jawa

Menurut buku ‘Penanganan Lahan Merapi Pascaerupsi Antara Berkah dan Musibah’ karya Beny Harjadi dan Pranatasari Dyah Susanti, Gunung Merapi diciptakan sebagai penyeimbang bagi gunung-gunung lain di Pulau Jawa.

Jika tidak ada penyeimbangan, Pulau Jawa dapat condong ke arah barat dan akhirnya tenggelam. Awalnya, gunung yang digunakan untuk menjaga keseimbangan tersebut bernama Gunung Jamurdwipa. Gunung ini dihuni oleh Empu Permadi dan Empu Rama, yang merupakan pengrajin keris.

Kemudian, mereka mengizinkan tempat tinggal mereka dipindahkan dengan syarat pemindahan dilakukan setelah pembuatan keris selesai. Dewa-dewa yang tidak sabar segera memindahkan gunung tersebut sebelum keris selesai dibuat.

Akibatnya, tungku perapian para empu terus memancarkan api. Bahkan, jika keris di dalam tungku goyang, maka erupsi akan terjadi. Tungku ini yang mengandung keris yang terus menyala dan kemudian disebut Gunung Merapi.

Itulah beberapa mitos yang terkenal seputar Gunung Merapi di kalangan masyarakat Jogja dan pendaki. Terlepas dari kebenaran atau ketidakbenaran mitos-mitos ini, bagi para pengunjung yang ingin mengunjungi Gunung Merapi, menjaga adat dan tata krama adalah suatu keharusan. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less