Gunung Merapi: Misteri dan Sejarahnya yang Menakjubkan
- calendar_month Sen, 22 Jan 2024

Awan Panas Guguran di Gunung Merapi_foto Istimewa WAG
BNews-MAGELANG- Gunung Merapi adalah gunung api yang penuh dengan misteri yang tak pernah lekang oleh waktu. Hingga saat ini, gunung api ini tetap aktif dan terus bergeliat.
Gunung Merapi terletak di tengah Pulau Jawa. Menurut legenda yang dipercaya oleh sebagian orang, gunung ini sengaja diciptakan sebagai penyeimbang Pulau Jawa.
Dari segi administrasi, lereng selatan gunung ini berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan sisanya berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara.
Konon, pada masa lampau, Pulau Jawa merupakan salah satu dari lima pulau besar di Nusantara. Pada saat itu, Pulau Jawa memiliki kontur yang tidak merata, dan para Dewa berkeinginan untuk menyelarasinya.
Kemudian, Dewa turun ke bumi untuk mendirikan sebuah gunung besar di tengah Pulau Jawa sebagai penyeimbang. Gunung Jamurdipa yang berada di Laut Selatan dipilih untuk dipindahkan ke dataran tengah Pulau Jawa.
Namun sayangnya, di daerah tersebut, terdapat dua empu ahli pembuat keris, yaitu Empu Rama dan Empu Pamadi, keduanya memiliki kesaktian tingkat tinggi. Mereka bertemu ketika Dewa mengungkapkan maksudnya dan meminta mereka pindah ke tempat lain agar tidak tertindih oleh gunung yang akan dipindahkan.
Meskipun keduanya setuju untuk memindahkan gunung setelah menyelesaikan pembuatan keris, Dewa merasa tidak sabar, sehingga gunung langsung dipindahkan sebelum keris selesai.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Akibatnya, tungku perapian keris yang masih menyala menjadi legenda dan menjadi kaldera yang terus memancarkan api. Dipercayai bahwa jika keris dalam tungku itu bergoyang, itu menjadi pertanda erupsi akan segera terjadi.
Tungku tersebut terus memancarkan api, dan gunung yang kini memiliki ketinggian puncak 2.968 meter di atas permukaan laut itu dikenal sebagai Gunung Merapi.
Gunung Merapi dalam Sejarah Geologi
Berdasarkan berbagai sumber termasuk Wikipedia, Gunung Merapi memiliki ketinggian puncak 2.930 meter di atas permukaan laut. Saat ini, kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.
Gunung Merapi juga disebut sebagai gunung yang paling muda dalam rantai gunung-gunung api yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Gunung Merapi. Gunung Merapi terbentuk akibat aktivitas di zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia yang bergerak menuju di bawah Lempeng Eurasia dan mengakibatkan aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa.
Nama Merapi sendiri berasal dari kata “meru” yang berarti gunung, dan “api”. Jadi, jika diartikan, Merapi berarti Gunung Api. Dahulu, gunung ini juga dikenal sebagai Mandrageni.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Proses pembentukan Gunung Merapi telah dipelajari dan dipublikasikan sejak tahun 1989. Pascale-Claire Berthommier membagi perkembangan Merapi menjadi empat tahap.
Tahap-tahap tersebut adalah Pra-Merapi, Merapi Tua atau Merapi Purba, Merapi Pertengahan, dan Merapi Baru. Tahap Pra-Merapi diperkirakan terjadi sekitar 700.000 hingga 400.000 tahun yang lalu.
Periode tersebut meninggalkan jejak Gunung Bibi (2.025 meter) yang yang kini masih dapat terlihat di sisi timur puncak Merapi. Gunung Bibi memiliki lava yang terdiri dari basaltik andesit.
Tahap Merapi Tua terjadi ketika bentuk dasar Gunung Merapi mulai terbentuk namun belum berbentuk kerucut. Masa ini terjadi sekitar 60.000 hingga 8.000 tahun yang lalu.
Sisa-sisa aktivitas tahap ini adalah Bukit Turgo dan Bukit Plawangan di bagian selatan, yang terbentuk dari lava basaltik. Tahap aktivitas selanjutnya, Merapi Pertengahan, terjadi sekitar 8.000 hingga 2.000 tahun yang lalu.
Tahap ini ditandai dengan terbentuknya kerucut-kerucut tinggi, yang sekarang dikenal sebagai Bukit Gajahmungkur dan Batulawang, yang terletak di lereng utara, yang tersusun dari lava andesit. Pada masa ini, terjadi aliran lava, breksiasi lava, dan awan panas.
Aktivitas Gunung Merapi dapat berupa erupsi efusif (meleleh) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan material-material yang runtuh ke arah barat, yang menyebabkan munculnya bentuk morfologi seperti tapal kuda dengan panjang 7 km dan lebar 1-2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Kawah Pasarbubrah (di lereng utara) diperkirakan terbentuk pada masa ini.
Puncak Gunung Merapi yang sekarang, yang disebut Puncak Anyar, mulai terbentuk sekitar 2.000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, diketahui terjadi beberapa kali letusan eksplosif dengan tingkat keparahan VEI 4 berdasarkan pengamatan lapisan tefra.
Periode Merapi Baru (dari 2.000 tahun yang lalu hingga sekarang) adalah masa yang sedang berlangsung. Pada tahap ini, terbentuk kerucut puncak Merapi modern (Gunung/Puncak Anyar) di bekas kawah Pasarbubrah; prosesnya dimulai sekitar 2.000 tahun yang lalu.
Tahap ini sangat aktif dan telah beberapa kali mempengaruhi perubahan peradaban penduduk yang tinggal di sekitarnya. Letusan dari tahun 1953 hingga sekarang ditandai dengan aliran lava menuju ke puncak kawah yang disertai dengan keruntuhan kubah lava secara periodik dan pelepasan awan panas (nuée ardente) yang biasanya meluncur di lereng gunung tetapi juga dapat menyembur secara vertikal.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Letusan yang terjadi pada Gunung Merapi secara umum tidak mengeluarkan suara ledakan, melainkan suara desisan. Kubah puncak yang ada hingga tahun 2010 adalah hasil proses yang berlangsung sejak letusan gas pada tahun 1969. Kubah ini runtuh pada letusan tahun 2010, yang membuat terbentuknya celah baru ke arah tenggara (menuju lembah Kali Gendol dan Kali Woro).
Pada tahun 2006, para ahli geologi mendeteksi adanya ruang yang sangat besar di bawah Gunung Merapi, yang berisi materi seperti lumpur yang “secara signifikan menghambat gelombang getaran gempa bumi”. Para ilmuwan memperkirakan bahwa materi tersebut adalah magma.
Kantong magma ini merupakan bagian dari formasi yang terbentuk akibat tekanan Lempeng Indo-Australia yang mendorong Lempeng Eurasia ke bawah. Itulah awal mula pembentukan Gunung Merapi menurut sejarah geologi. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 5




Saat ini belum ada komentar