Tiga Orang Keluarga Pasien Positif Corona Kluster Gowa di Kota Magelang Menolak Diperiksa
- calendar_month Jum, 8 Mei 2020

ILUSTRASI; Warga sedang melakukan rapid test (Foto: Internet)
BNews–KOTA MAGELANG– Tiga orang anggota keluarga dari peserta Ijtima Ulama di Gowa menolak diperiksa kesehatannya. Mereka merupakan warga Kota Magelang yang beralasan tidak jelas.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Majid Rohmawanto mengatakan, tiga orang yang menolak diperiksa tersebut adalah anggota keluarga dari peserta Ijtima Ulama di Gowa. “Peserta itu sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi saat ini sudah dinyatakan sembuh,” katanya kemarin (7/5/2020).
Penolakan pemeriksaan tes cepat ataupun PCR tersebut semula datang dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu kemudian juga disepakati anggota keluarga yang lain.
“Kami sudah lakukan langkah pendekatan, namun tetap saja ditolak,” imbuhnya.
Majid menyampaikan sebagai pilihan terakhir, mereka diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah. “Isolasi mandiri tersebut dilakukan di bawah pengawasan ketat dari tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Sementara pihak Pemkot Magelang juga suda memeriksa lebih dari 10 orang, anggota keluarga dari peserta Ijtima lainnya. Sebagian di antaranya masih dirawat di rumah sakit, tetapi tiga orang sudah dipastikan negatif dan lulus pantau serta kini sudah kembali ke rumah.
Ia juga menjelaskan, selain kluster Gowa pihaknya juga melakukan pemeriksaan kepada kelompok lain. “Kita sudah lakukan pemeriksaan kepada pegawai termasuk Nakes di RSUD Tidar Magelang. Hasilnya kemarin terdapat satu nakes positif,” jelasnya.
Majid mengaku karena keterbatasan alat tes maka proses tersebut belum dilanjutkan.”Saat ini sementara ini kami prioritaskan pada yang melakukan kontak erat saja,” pungkasnya. (*/her)
About The Author
- Penulis: BNews 2




