Haji 2021 Batal, 1.240 Calon Jemaah di Kabupaten Magelang Gagal Berangkat

BNews—MAGELANG— Kementrian Agama (Kemenag) memutuskan untuk tidak memberangkatkan ibadah haji 1442 H/ 2021 M. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Pemberangkatan Ibadah Haji 1442 H/ 2021 M.

Terkait hal itu, membuat sekitar 1.240 calon Jemaah Haji asal Kabupaten Magelang gagal menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci, Makkah. Untuk musim haji tahun 2021 ini.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kemenag Kabupaten Magelang, Khamim Setiawan mengatakan bahwa pihaknya memahami kekecewaan calon Jemaah haji.

”Kita ketahui bahwa terkait pembatalan haji, membawa dampak yang luar biasa. Pertama, kita paham kekecewaan calon Jemaah yang sudah lama antri. Kita sangat memahami dan turut prihatin,” ujar dia, Senin (7/6/2021).

Kemudian dampak yang kedua, kata Khamim, bertambahnya umur calon Jemaah yang tidak jadi berangkat ibadah haji tahun 2021 ini. Serta menambah antrian keberangkatan semakin panjang.

”Kalau kita merujuk dari UU nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji, ada tiga fungsi Kemenag dalam UU tersebut. Pertama, melakukan pembinaan kepada calon Jemaah Haji, kemudian pelayanan dan terakhir perlindungan,” jelasnya.

”Perlindungan ini ada perlindungan hukum serta perlindungan keselamatan dan kesehatan. Nah pemerintah saat ini melakukan fungsi yang ketiga. Yang mana kita ketahui bersama, pandemi Covid-19 belum usai,” sambungnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Lebih lanjut, Khamim memaparkan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada calon Jemaah Haji di Kabupaten Magelang terkait pembatalan keberangkatan tahun 2021 ini.

”Kami sosialisasi melalui beberapa media. Tidak bisa langsung mengundang calon Jemaah Haji. Kita harus mengingat saat ini masih pandemi. Kita juga ada paguyuban calon Jemaah Haji di kecamatan, paguyuban KUA dan lain sebagainya. Paguyuban itulah yang mensosialisasikan ke calon Jemaah. Bila ada hal yang kurang jelas, kami yang terjun langsung,” paparnya.

Tambah Khamim, ia meminta masyarakat agar tidak langsung percaya dengan informasi-informasi tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan terkait keberangkatan haji.

”Masyarakat harus bisa mencerna dan jangan ditelan mentah-mentah agar tidak merasa bingung dan bimbang. Kami berharap masyarakat bisa menyaring setiap berita yang beredar,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: