Harga BBM Naik, Forum DTW Magelang Khawatir Kunjungan Wisatawan Menurun
- calendar_month 1 menit yang lalu

Foto Destinasi wisata Ketep Pass Sawangan Magelang_Foto Kusworo_Juara 1 Lomba Foto Wisata Ketep
BNews-MAGELANG– Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Magelang. Pelaku wisata khawatir meningkatnya biaya transportasi akan memengaruhi minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata sehingga berdampak pada jumlah kunjungan ke berbagai destinasi.
Ketua Forum Destinasi Wisata (DTW) Kabupaten Magelang, Edward Alfian, mengatakan sektor pariwisata merupakan bidang yang sangat bergantung pada mobilitas masyarakat. Karena itu, perubahan biaya transportasi akan berpengaruh terhadap aktivitas wisata dan keputusan wisatawan dalam melakukan perjalanan.
“Yang jelas, kenaikan harga BBM pasti akan berdampak pada sektor pariwisata karena pariwisata sangat bergantung pada pergerakan dan mobilitas masyarakat. Jika harga BBM naik, tentu akan berpengaruh terhadap aktivitas wisata,” kata Edward.
Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin berwisata, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
“Kami khawatir kenaikan BBM menjadi hambatan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata. Sebab, pariwisata pada dasarnya adalah aktivitas perjalanan. Oleh karena itu, kami mengkhawatirkan akan terjadi penurunan kunjungan wisata ke depan,” ujarnya.
Edward menjelaskan, Kabupaten Magelang merupakan salah satu daerah yang memiliki ketergantungan cukup besar terhadap sektor pariwisata. Selain dikenal memiliki beragam destinasi wisata unggulan, keberadaan kawasan Borobudur juga menjadi magnet utama yang mendorong pertumbuhan sektor wisata di daerah tersebut.
“Saat ini Kabupaten Magelang memiliki sekitar 200 destinasi wisata, termasuk desa wisata. Kehadiran Borobudur telah membentuk Kabupaten Magelang sebagai kawasan tujuan wisata yang berkembang cukup pesat,” katanya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Perkembangan sektor pariwisata selama ini, lanjut Edward, telah memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor tersebut, mulai dari pengelola destinasi wisata, pelaku UMKM, pemilik homestay, pemandu wisata, hingga penyedia jasa transportasi.
“Secara otomatis Kabupaten Magelang berkembang sebagai kawasan wisata dan banyak masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pariwisata,” jelas Edward.
Tekanan Ekonomi Jadi Kekhawatiran
Selain faktor kenaikan BBM, Edward menilai kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tekanan juga menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pariwisata. Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dikhawatirkan akan memengaruhi minat untuk melakukan perjalanan wisata.
“Kondisi ekonomi yang masih sulit saat ini juga kami khawatirkan akan memengaruhi minat wisatawan, baik dari kalangan lokal maupun luar daerah, untuk berkunjung ke Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Meski demikian, pelaku wisata tetap berharap berbagai destinasi yang dimiliki Kabupaten Magelang mampu mempertahankan daya tariknya di mata wisatawan.
” Dengan dukungan ratusan destinasi wisata dan keberadaan kawasan strategis nasional Borobudur, sektor pariwisata diharapkan tetap menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat,” harapnya.
Forum DTW Kabupaten Magelang juga berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga iklim pariwisata tetap kondusif. Sebab, sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Magelang dan berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan warga. (Bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar