Korban Ungkap Kronologi Uang Rp150 Juta Raib dalam Aksi Pecah Kaca Mobil di Magelang
- calendar_month Kam, 30 Jul 2026

Mobil korban pecah kaca di Magelang, korban kehilangan uang Rp 150 Juta
BNews—MAGELANG— Korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, akhirnya angkat bicara. Korban berinisial T.E.W. menceritakan kronologi saat uang tunai senilai Rp150 juta miliknya raib digondol pelaku, Kamis (30/7/2026).
Korban mengaku sebelumnya baru saja mengambil uang tunai dari salah satu bank di Kota Magelang. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar material pembangunan rumah.
Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Kabupaten Magelang, T.E.W. memutuskan berhenti di sebuah warung makan di kawasan Pakelan, Mertoyudan, karena belum sempat makan siang.
“Saya baru pulang dari bank, karena belum makan siang saya parkir lalu makan di warung,” ujar T.E.W.
Ban Mobil Diduga Sudah Dikempesi Pelaku
Korban mengaku tidak menyadari ada kejanggalan pada kendaraannya sebelum berhenti makan. Ia baru mengetahui ban belakang sebelah kiri mobil dalam kondisi kempis setelah kejadian pencurian terjadi.
Menurutnya, selama perjalanan mobil masih bisa dikendarai sehingga ia tidak menaruh curiga.
“Iya, ban belakang ternyata kempes. Tapi saya tidak begitu terasa karena ban belakang, jadi saya tetap lanjut jalan,” katanya.
T.E.W. menduga ban mobilnya telah dikempesi pelaku sejak masih dalam perjalanan. Namun karena tidak terlalu terasa, ia tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya berhenti makan.
“Mungkin memang sudah dikempesi sebelumnya, tapi saya tidak merasa. Waktu parkir juga saya tidak melihat kalau ban belakang sudah kempes,” ungkapnya.
Uang Rp150 Juta Disimpan di Dalam Mobil
Saat makan di warung, korban meninggalkan uang tunai Rp150 juta di dalam mobil. Uang tersebut disimpan di bagian bawah kursi kendaraan.
“Yang hilang ya uang Rp150 juta,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai tujuan penggunaan uang tersebut, T.E.W. menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk membayar kebutuhan material pembangunan rumah.
“Untuk bangun rumah, bayar material bangunan,” katanya.
Aksi Pelaku Terjadi di Tengah Ramainya Anak Sekolah
Korban mengatakan lokasi kejadian sebenarnya cukup ramai karena banyak anak sekolah melintas saat jam pulang.
Namun, menurutnya, para siswa tidak berani mendekati lokasi ketika mengetahui ada aksi pecah kaca mobil.
“Katanya banyak anak sekolah. Mereka lari ke bengkel, ada juga yang masuk angkot karena takut,” tutur T.E.W.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia menambahkan, keberadaan bengkel di sekitar lokasi menjadi salah satu petunjuk awal setelah pemilik bengkel melihat kondisi mobil korban dan mendokumentasikan kejadian tersebut.
Polisi Selidiki Dugaan Modus Kempeskan Ban
Sebelumnya, Polresta Magelang bergerak cepat menangani kasus dugaan pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di wilayah Kecamatan Mertoyudan.
Petugas dari Polsek Mertoyudan, Tim Resmob, dan Unit Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan ban belakang sebelah kiri kendaraan korban dalam kondisi kempis yang diduga akibat tertusuk benda tajam. Temuan tersebut masih didalami untuk memastikan apakah berkaitan dengan aksi pelaku.
Ps. Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, membenarkan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Benar, Polresta Magelang menerima laporan terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan modus pecah kaca kendaraan yang terjadi di wilayah Kecamatan Mertoyudan. Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Satreskrim Polresta Magelang bersama Polsek Mertoyudan. Tim Resmob telah melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah TKP, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku,” ujar Ipda Ady Lilik Purbianto.
Polresta Magelang juga mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan uang tunai maupun barang berharga di dalam kendaraan, terutama saat kendaraan ditinggalkan meski hanya dalam waktu singkat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Hindari menyimpan uang maupun barang berharga di dalam kendaraan saat ditinggalkan. Apabila membawa uang dalam jumlah besar, sebaiknya meminta pendampingan petugas kepolisian guna meminimalkan risiko tindak kejahatan,” tambahnya.
Hingga kini, Satreskrim Polresta Magelang masih memburu pelaku dan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta jaringan pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil tersebut. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar