Hari Tidak Menguntungkan Atau “Naas” Menurut Weton Kalian
- calendar_month Rab, 29 Nov 2023

ilusrasi weton sial
BNews-MAGELANG- Menurut kepercayaan primbon Jawa, hari tertentu dianggap memiliki potensi membuat seseorang mengalami kejadian yang kurang beruntung.
Primbon Jawa menjelaskan cara menghitung hari tidak menguntungkan tersebut.
Dalam perhitungannya, weton dihitung berdasarkan hari kelahiran dan pasaran seseorang.
Weton adalah gabungan antara hari dan pasaran dalam kalender Jawa.
Dalam keilmuan Tanen, terdapat satu hari yang dianggap paling sakral setelah hari kelahiran atau weton.
Hari tidak menguntungkan biasa disebut sebagai “was” atau “dina was”.
Dalam perhitungan, hari tidak menguntungkan terdiri dari 4 macam, yaitu “was 3”, “was 5”, dan “was gede”.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung dan mengetahui hari tidak menguntungkan:
- Tentukan nilai hari atau dina pada hari kelahiran (berlaku untuk “was gede”).
- Tentukan nilai pasaran untuk hari kelahiran (berlaku untuk “was gede”).
- Jumlahkan nilai hari dan pasaran pada hari kelahiran (berlaku untuk “was gede”).
- Hitung mundur dari hari kelahiran (tergantung pada jenis “was” yang ingin diketahui).
Contoh mencari “was 3”:
Hari “was 3” adalah hari ketiga dari tanggal kelahiran (tanggal kelahiran termasuk dalam perhitungan).
Misalnya, jika kelahiran pada Selasa Kliwon, maka “was 3” jatuh pada hari Kamis Pahing.
Contoh mencari “was 5”:
Hari “was 5” adalah hari kelima dari tanggal kelahiran.
Misalnya, jika kelahiran pada Senin Pon, maka “was 5” jatuh pada hari Sabtu Legi.
Contoh mencari “was gede”:
“Was gede” adalah hari tertentu setelah weton kelahiran dengan rumus:
Nilai dina + Nilai pasaran = Nilai weton naas
Nilai weton naas – Nilai pasaran = Nilai dina naas
Nilai weton naas – Nilai dina = Nilai pasaran naas
Nilai dina + Nilai pasaran = Weton naas
Misalnya, jika weton kelahiran Kamis Legi
Nilai dina Kamis = 4
Nilai pasaran Legi = 5
Maka, 4 + 5 = 9
9 – 5 = 4
9 – 4 = 5
4 + 5 = Kamis Legi
Maka, weton naas jatuh pada Kamis Legi.
Selain “was 3”, “was 5”, dan “was gede”, terdapat juga hari tidak menguntungkan yang berdasarkan weton kelahiran setiap individu. Hari tidak menguntungkan tersebut biasa disebut “hari naas”.
Hari naas diyakini sebagai hari di mana seseorang berada dalam keadaan paling lemah.
Menurut primbon Jawa Syari’ah Mbah Sunan, perhitungan hari tidak menguntungkan berdasarkan weton kelahiran adalah sebagai berikut:
Senin Pon: Hari naasnya adalah Selasa Kliwon
Selasa Wage: Hari naasnya adalah Rabu Legi
Rabu Kliwon: Hari naasnya adalah Kamis Pahing
Kamis Legi: Hari naasnya adalah Jumat Pon
Jumat Pahing: Hari naasnya adalah Sabtu Wage
Sabtu Kliwon: Hari naasnya adalah Minggu Legi
Minggu Pon: Hari naasnya adalah Senin Pahing
Demikian cara mengetahui dan menghitung hari tidak menguntungkan menurut primbon Jawa. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda mengenai budaya Jawa. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar