Hasil Kirim Surat Ke Ganjar Pranowo, Desa Growong Magelang Terima Hadiah Jaringan Internet

BNews–MAGELANG– Sebuah hadiah jaringan internet diberikan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada para pelajar di desa terpencil. Dan kali ini diberikan di Desa Growong Tempuran Kabupaten Magelang pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (2/4/2021).

Pemberian hadiah jaringan internet di Desa Growong, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang  bukan tampa alasan. Dimana wilayah tersebut berada di sebuah cekungan di antara perbukitan.

Hal itu juga bermula dari salah seorang siswi SD negeri di Desa Growong bernama Qotrunada, 12, yang berkirim surat ke Gubernur Ganjar Pranowo.

Isi suratnya mengenai kondisi di desanya yang tidak bisa menerima sinyal operator jaringan seluler. Karena berada di antara bukit-bukit sehingga menyebabkan para pelajar kesulitan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.

Surat dari siswi dengan nama panggilan Nada itu, ternyata mendapat perhatian dari orang nomor satu di Jateng. Dimana yang kemudian datang ke Desa Growong dengan bersepeda motor pada Hardiknas 2021.

Ganjar mengaku mendatangi pelajar di Desa Growong bertepatan dengan perayaan Hardiknas tahun ini. Sebab dirinya melihat ada permasalahan yang butuh diselesaikan secara konkret.

“Saya sebelumnya dikirimi surat oleh kepala sekolah dan salah satu siswi, intinya mereka mengeluhkan sinyal susah saat pembelajaran daring. Saya punya pikiran, inikan Hardiknas ayo kita motoran ke Magelang sambil melihat kondisinya,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurut Ganjar, dengan cara itu maka solusi terbaik bisa segera diberikan dan dirinya telah komunikasi dengan Telkom yang siap memasang jaringan internet di desa itu.

“Tadi dari Telkom mengatakan mau dipasang jaringan Mei ini. Semoga cepat selesai agar anak-anak bisa belajar dengan tenang. Tadi juga ada yang kesulitan tidak punya ‘handphone’, kita bantu. Jadi kita merayakan Hardiknas ini di tempat yang memang inilah cara mencetak sumber daya manusia bangsa secara konkret,” tegasnya.

Sementara itu, Nada berkirim surat ke Gubernur Ganjar karena sudah kangen bersekolah lagi meskipun masih pandemi COVID-19.

“Karena pandemi, jadi belajar daring di rumah, tapi disini susah sinyal, jadi sulit paham saat belajar,” katanya.

Kadang, lanjut dia, tugas dari guru yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp baru masuk siang atau sore hari, padahal tugas itu sudah dikirim guru pada pagi hari.

“Bahkan kadang malam baru terkirim karena sinyal di sini langka sekali. Belum lagi kalau ada tugas yang tidak jelas, mau cari di internet tidak bisa,” ujarnya. (*/ihr)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: