Hore.. Pemkot Jogja Cabut Larangan Kendaraan Masuk Kawasan Malioboro

BNews—JOGJAKARTA— Wisatawan atau pengguna kendaraan mulai kembali diperkenankan memasuki kawasan Malioboro di Jogjakarta. Kebijakan pencabutan sementara ini berlaku mulai 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

Langkah diskresi atau kebebasan mengambil keputusan dalam situasi yang dihadapi ini diambil Jajaran Polresta dan Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta. Yakni dengan mencabut sementara larangan kendaraan masuk ke kawasan Malioboro.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta Agus Arif Nugroho menjelaskan, semenjak diberlakukan giratori, kendaraan bermotor kan dilarang masuk Malioboro pukul 18.00 sampai 21.00WIB. Sementara, selama musim liburan ini kawasan Malioboro termasuk menjadi tujuan utama wisatawan. 

”Sehingga sejak 24 Desember 2020, kebijakan itu kita cabut dulu. Jadi kendaraan bermotor selama 24 jam bisa masuk Malioboro sampai selesai masa operasi Natal dan Tahun Baru, yakni 3 Januari 2021,” jelasnya, Senin (28/12).

Sejak kebijakan kendaraan bermotor masuk Malioboro diterapkan, pengunjung terlihat antusias menikmati suasana kawasan semi pedestrian tersebut. Pada saat libur panjang maupun malam pergantian tahun, diperkirakan jumlah pengunjung lebih padat dari hari biasa.

”Oleh karena itu, guna mengantisipasi potensi terjadinya kerumunan, maka kendaraan bermotor tetap diperbolehkan masuk,” katanya.

Agus mengaku, rambu untuk larangan kendaraan bermotor masuk Malioboro untuk sementara juga sudah ditutup. Diakuinya, pada malam hari kemarin kendaraan yang masuk Malioboro cukup banyak sehingga arus lalu lintas cenderung padat.

”Kami bersama kepolisian terus melihat perkembangannya. Meski arus padat, tetapi harapan kami tetap mengalir. Masyarakat bisa tetap menikmat Malioboro tanpa mengesampingkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Jogjakarta, AKP Imam Bukhori mengungkapkan, tindakan diskresi dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, melainkan bagi masyarakat banyak.

Utamanya guna mengantisipasi adanya kerumunan yang bisa berpotensi terhadap penularan covid-19. ”Diskresi ini pun siap kami pertanggungjawabkan. Malioboro kan tujuan utama. Nah, kami ingin semua kendaraan di sana bisa terus mengalir. Tidak ada penumpukan juga di kawasan sekitarnya,” pungkasnya. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: