Hujan Abu Merapi Melanda Delapan Kecamatan di Magelang

BNews–BOROBUDUR– Dampak erupsi merapi meluas hingga jarak puluhan kilo. Hujan abu terjadi di delapan kecamatan di Kabupaten Magelang.

Informasi yang dihimpun di lapangan, delapan kecamatan terdampak hujan abu diantaranya Dukun, Srumbung, Muntilan, Salam. Kemudian Mungkid, Ngluwar Borobudur dan Mertoyudan.

Hani Sutrisno salah satu warga Ngargogondo Borobudur Magelang mengatakan hujan abu sampai di wilayahnya. “Hujan abu sudah sampai Desa Bahasa Borobudur,” katanya.

Warga lain juga melaporkan hujan abu juga sampai di daerah Tersan Gede Kecamatan Ngluwar. Tampak juga di jalan Raya Magelang-Yogyakarta kawasan Kecamatan Salam dan Muntilan.

Sedangkan hujan abu di wilayah Kecamatan Srumbung sudah mulai mereda. Warga tampak mulai membersihkan jalan yang penuh dengan abu.

Untuk wilayah Kecamatan Dukun hujan abu tidak merata. Hanya beberapa wilayah saja yang terkena abu terbawa angin.

Kepala Desa Bigaran Borobudur Iput melaporkan hujan abu tipis telah mencapai wilayahnya. Pihaknya langsung menginstruksikan warganya memakai masker.

Loading...
DOWNLOAD LAGU LAGU KEREN (KLIK DISINI)

Di Kecamatan Mungkid hujan abu terpantau di daerah pusat Ibu Kota. Komplek Pemkab Magelang juga diguyur hujan abu tipis.

Peta sebaran hujan abu akibat erupsi merapi (21/6/2020)-(Foto: Istimewa)
Peta sebaran hujan abu akibat erupsi merapi (21/6/2020)-(Foto: Istimewa)

Sebelumnya diberitakan merapi erupsi pertama sekitar pukul 09.13 wib. Dari area Kecamatan Dukun km 10 terdengar suara gemuruh, secara visual dari barat daya merapi tidak tampak.

Sementara laporan dari daerah Babadan Paten Dukun yang berjarak sekitar 5 km dari puncak merapi tampak kepulan asap. Begitu juga dari daerah Ngadirojo Desa Tlogolele Kecamatan Selo Boyolali tampak kepulan asap.

Slamet warga Babadan 2 mengatakan kejadian erupsidurasi panjang. Hanya tampak kepulan asap membumbung tinggi dari arah puncak merapi.

“Terdengan suara dentuman hanya satu kali tadi,” katanya saat dihubungi Borobudur News.

Dan informasi resmi dari @BPPTKG Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 328 detik. Teramati tinggi kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke barat.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 09.27 WIB dengan amplitudo 75 mm dan durasi 100 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Masyarakat diimbau utk tetap tenang. Jarak bahaya dalam radius 3 km dari puncak. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: