Hujan Abu Merapi Mulai Dirasakan Warga Magelang

BNews—DUKUN— Dampak erupsi Gunung Merapi mulai terjadi. Sejumlah desa di lereng Gunung Merapi wilayah Magelang melaporkan terjadi hujan abu.

Informasi yang dihimpun borobudurnews.com, hujan abu mulai dirasakan di sebagian wilayah Srumbung dan Dukun. Hujan abu tipis datang beberapa menit setelah erupsi.

“Windusari Kalibening Dukun sudah hujan abu, tipis,” kata Santo salah satu warga.

Hal serupa dilaporkan warga Ngargomulyo Kecamatan Dukun. Sejumlah warga keluar memastikan hujan abu yang terjadi.

Prasetya, warga lainnya juga mengaku hujan abu terjadi di wilayah Banyuadem Kecamayan Srumbung. “Disini tipis,” kata dia.

Warga di Kwayuhan dan Wates Kecamatan Dukun juga mengalami hal serupa. Hujan abu tipis masih berlangsung hingga sekarang.

Sebelumnya diberitakan Gunung Merapi di perbatasan Jateng-DIY kembali mengalami erupsi dua kali pagi ini. Semburan asap tebal berwarna hitam melambung tinggi dari puncak merapi pagi ini (21/6/2020).

Loading...
HUjan abu tampak di wilayah Srumbung (21/6/2020)
HUjan abu tampak di wilayah Srumbung (21/6/2020)

Dari keterangan warga dan pantauan CCTV live merapi, kejadian erupsi sekitar pukul 09.13 wib. Dari area Kecamatan Dukun km 10 terdengar suara gemuruh, secara visual dari barat daya merapi tidak tampak.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Sementara laporan dari daerah Babadan Paten Dukun yang berjarak sekitar 5 km dari puncak merapi tampak kepulan asap. Begitu juga dari daerah Ngadirojo Desa Tlogolele Kecamatan Selo Boyolali tampak kepulan asap.

Slamet warga Babadan 2 mengatakan kejadian erupsidurasi panjang. Hanya tampak kepulan asap membumbung tinggi dari arah puncak merapi.

“Terdengan suara dentuman hanya satu kali tadi,” katanya saat dihubungi Borobudur News.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto mengatakan hingga pukul 10.00 wib terjadi di beberapa wilayah di Kecamatan Srumbung dan Dukun. “Sementara data yang masuk terjadi hujan abu Desa Kaliurang, Srumbung, Desa Kemiren, Srumbung (cukup deras), Desa Srumbung,  Srumbung (cukup (deras). Desa Banyuadem, Srumbung (cukup deras), Desa Kalibening, Srumbung, Desa Ngargosoko, Srumbung, Desa Ngargomulyo, Dukun, Desa Keningar, Dukun,” katanya.

Sementara informasi dari @BPPTKG Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 328 detik. Teramati tinggi kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke barat.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 09.27 WIB dengan amplitudo 75 mm dan durasi 100 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Masyarakat diimbau utk tetap tenang. Jarak bahaya dalam radius 3 km dari puncak. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: