Ini Penjelasan Ilmiah Hujan Yang Turun Saat Perayaan Imlek

BNews—NASIONAL— Hari ini, Sabtu, 25 Januari 2020, masyarakat Tionghoa serentak merayakan Tahun Baru Imlek 2571. Satu hal yang paling menarik saat Imlek tiba adalah dengan disertai dengan turunnya hujan. Meski tidak selalu.

Uniknya, hujan yang terjadi bukan menjadikan hambatan hingga menyebabkan perayaan tidak semarak. Namun sebaliknya, masyarakat Tionghoa justru menantikan hujan turun saat Imlek.

Berkembang mitos yang mengatakan hujan saat perayaan Imlek merupakan tanda keberuntungan. Pakar Fengsui mengamini besar kecilnya keberuntungan diukur dari intensitas hujan.

Seperti makna hujan turun rintik-rintik diartikan keberuntungan yang akan datang juga sedikit. Sedang bila turun gerimis dengan waktu lama dianggaap datangnya keberuntungan sepanjang tahun.

Sementara ketika hujan deras, keberuntungan berlimpah ruah. Berbeda dengan tidak turun hujan. Maka akan dianggap pertanda ketidakberuntungan. Masyarakat kemudian mengaitkan adanya hubungan erat antara Imlek dan hujan. Tidak terpisahkan.

Seperti jejak sejarah yang belum diketahui masyarakat luas. Bila Imlek merupakan hari raya yang berawal dari rasa syukur masyarakat Tiongkok atas datangnya musim semi. Sebab, dimusim tersebut dianggap membawa keberuntungan dan keberkahan atas hasil panen melimpah serta suasana yang indah.

Namun ada penjelasalan ilmiah tentang korelasi antara Imlek dan Hujan. Kasubid Análisis Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi menjelaskan, periode Tahun Baru Imlek memang selalu jatuh antara akhir Januari dan awal Februari.

”Sehingga identik dan bersamaan dengan bulan-bulan puncak musim hujan. Di bulan tersebut merupakan periode curah hujan yang tinggi dan intensif,” kata Adi, Sabtu (25/1).

Hal tersebut terjadi karena penghitungan hari dalam Imlek merupakan gabungan berdasarkan fase bulan mengelilingi bumi dengan bumi mengelilingi matahari (lunisolar). Itu sebabnya hari dalam tahun Imlek tidak sama dengan kalender Masehi ataupun Hijriah.

”Berbeda dengan perayaan Idul Fitri yang menggunakan penghitungan kalender Hijriyah yang setiap tahun waktunya selalu maju,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: