Isi Ulang Oksigen Gratis, PMI Magelang Kewalahan Penuhi Permintaan

BNews—MAGELANG— Selama bulan Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang membuka layanan pengisian tabung oksigen gratis. Antusiasme warga yang membutuhkan membuat pihaknya kewalahan hingga tak bisa langsung memenuhi permintaan hingga mereka harus mengantre.

Antrean permintaan oksigen di PMI Kota Magelang dari rumah warga terus terjadi selama Agustus. Lantaran keterbatasan jumlah tabung, organisasi sosial kemanusiaan ini hanya mampu memenuhi lebih kurang 40 persen dari seluruh permintaan.

Selain dari pasien Covid-19, permintaan juga berdatangan dari orang dengan gangguan pernapasan seperti asma dan sakit lain menyerupai gejala terpapar virus corona. Koordinator Relawan PMI Kota Magelang Guruh Setiawan mengatakan, setiap hari pihaknya melayani tiga hingga empat permintaan pengisian dan peminjaman tabung oksigen di rumah warga.

”Selain itu, masih ada permintaan oksigen yang tidak bisa Kami penuhi berkisar lima sampai enam tabung. Bahkan, Kami pernah menunda sepuluh permintaan tabung oksigen dalam sehari,” terangnya, Selasa (17/8).

Lantaran keterbatasan tabung, banyak permintaan akhirnya terpaksa masuk daftar tunggu. Permintaan akhirnya baru bisa dipenuhi beberapa hari berikutnya saat stok oksigen tersedia.

”Karena waktu peminjaman maksimal mencapai tiga hari, stok tabung yang tersedia di Kantor PMI Kota Magelang biasanya hanya berkisar tiga hingga empat tabung,” jelasnya.

Guruh menjelaskan, PMI Kota Magelang hanya memiliki enam tabung oksigen. Saat ada permintaan, tabung tersebut bisa dibawa untuk pengisian atau dipinjamkan kepada warga yang membutuhkan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Layanan pengisian tabung oksigen dari rumah ke rumah ini dilakukan sukarelawan PMI Kota Magelang selama bulan Agustus. Jumlah sukarelawan PMI Kota Magelang mencapai 50 orang.

”Sebanyak 30 sukarelawan yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 ditunjuk khusus menjalankan tugas pengisian dan peminjaman tabung oksigen,” ujarnya.

Setiap ada permintaan, menurut Guruh, PMI akan terlebih dahulu menanyakan kondisi pasien yang membutuhkan oksigen berikut status kesehatannya. Utamanya apakah yang bersangkutan terpapar Covid-19. Sehingga para sukarelawan jauh-jauh hari bisa mempersiapkan diri.

”Kami sudah beberapa kali melayani kebutuhan oksigen dari pasien Covid-19 yang bergejala sakit, tetapi menjalani isolasi mandiri di rumah. Saat menghadapi mereka, sukarelawan harus memakai APD lengkap dari ujung kepala hingga kaki,” ucapnya.

Salah satu warga Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Yoseph, 19, sengaja datang mengisi tabung untuk mengantisipasi kondisi terburuk apabila orang tuanya menderita Covid-19. Sebab, kondisi ayah dan ibunya sudah berusia sehingga saat ini memiliki sejumlah penyakit penyerta.

”Saya harus berusaha mempersiapkan segala sesuatunya sebagai bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu mereka terpapar Covid-19,” paparnya. (han/ifa)

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: