Jadi yang Pertama Di Jogja, Tempat Parkir Motor Dengan Sistem Hidrolik Mendadak Viral

BNews–JOGJA-– Jalanan di Kota Jogja semakin padat dengan semakin banyaknya kendaraan yang dimiliki warga. Salah satu dampaknya adalah semakin sulitnya pengendara mencari tempat parkir saat hendak memarkirkan kendaraannya.

Namun, sebuah tempat parkir baru telah dibuka di Jogja. Tempat parkir ini unik lantaran menggunakan sistem hidrolik. Kendaraan diletakkan di rak bertingkat dalam satu gedung sehingga menghemat tempat namun bisa muat banyak kendaraan. Pengendara juga tak perlu repot memasukkan kendaraannya karena ada petugas yang akan memindahkannya.

Tempat parkir hidrolik ini berada di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, yang ada di Jl. KH Ahmad Dahlan No.20, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja.

Tempat parkir ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun twitter @JogjaUpdate. Akun tersebut mengunggah foto Gedung Parkir Bertingkat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, yang merupakan foto milik akun @h_elephant.

Di foto itu terlihat sebuah bangunan bertingkat dua, dengan nuansa bangunan kuno bercat putih. “Parkir bertingkat, di seberangnya PKU persis.” tulis akun tersebut dalam unggahannya, Senin (4/10/2021).

Keberadaan parkir tersebut dibenarkan oleh Humas dan Pemasasaran RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Nunung Damayanti. Ia menjelaskan Gedung Parkir Bertingkat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta itu merupakan tempat parkir hidrolik pertama kali di Jogja. Tempat ini mulai dioperasikan sejak Agustus 2021.

“Tempat parkir ini sangat diapresiasi oleh Bapak Wali Kota Haryadi Suyuti. Waktu itu beliau yang melakukan peletakan batu pertama. [Tempat parkir hidrolik] Ini merupakan yang pertama kali di Jogja,” kata Nunung, Selasa (5/10/2021).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia menjelaskan gerung parkir itu dibuat untuk menjawab kebutuhan rumah sakit tersebut atas lahan parkir yang sangat terbatas. Lahan parkir di depan RS PKU Muhammadiyah berada di tepi jalan. Padahal, dalam pengembangannya nanti, di kawasan tersebut akan dibangun jalur pedestrian karena dekat dengan kawasan Jalan Malioboro.

Lahan parkir di tepi jalan akan tergusur. Lahan parkir di tepi jalan depan rumah sakit tersebut adalah lahan parkir umum yang dikelola Pemkot Jogja.

RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, lanjut Nunung, memiliki gedung di seberang jalan, yang semula difungsikan menjadi koperasi dan tempat parkir. Semula, tempat parkir itu muat sekitar 100 sepeda motor. Bekerjasama dengan pihak ketiga, gedung tersebut kemudian dibangun menjadi gedung parkir hidrolik.

Gedung Parkir Bertingkat itu berisi delapan tingkat untuk memarkirkan khusus sepeda motor. Dengan sistem ini, gedung tersebut bisa menampung hingga 500 sepeda motor.

Ada keuntungan yang bisa didapatkan pengendara yang memarkir sepeda motornya di sana, yaitu mereka bisa mengabarkan lebih dahulu kapan sepeda motornya akan diambil, sehingga petugas parkir akan menyiapkannya. Akses ini bisa dilakukan melalui aplikasi digital.

“Jadi, misalnya pengendara masih di dalam rumah sakit, mau keluar. Dia bisa memberitahukan bahwa akan mengambil kendaraannya 10 menit lagi, sementara dia jalan keluar RS. Petugas akan menyiapkan sepeda motornya, jadi saat pengendara sampai di gedung parkir, sepeda motor sudah siap di titik pengambilan. Ini menghemat waktu,” tutur Nunung.

Keuntungan lain adalah pengendara yang hendak parkir, saat masuk hanya memarkirkan kendaraannya di titik kedatangan. Nantinya, petugas yang akan menata dan menempatkan sepeda motor tersebut ke rak yang kosong.

Meski memberikan banyak keuntungan bagi pengendara, Nunung menyebutkan tarif di gedung parkir ini mengikuti aturan yang ada. Saat masuk, sepeda motor dikenakan tarif Rp2.000 selanjutnya tarif berjalan Rp500 per jam.

Ia menambahkan Gedung Parkir Bertingkat ini menjadi solusi bagi pemilik usaha di lahan yg sempit tanpa mengganggu trotoar. “Tempat parkir ini awalnya ditujukan bagi tamu dan karyawan RS PKU Muhammadiyah, namun jika masih sisa, bisa digunakan untuk pengendara umum,” katanya.

Tempat parkir ini berlokasi dekat dengan Malioboro, yakni sekitar 500 meter dari Titik Nol KM. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: