Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Janda Desa Penjual Cilok Keliling, Miliki Kisah Pilu Sampai Menangis

Janda Desa Penjual Cilok Keliling, Miliki Kisah Pilu Sampai Menangis

  • calendar_month Rab, 7 Des 2022

BNews–NASIONAL–  Setiap orang mempunyai kisah masing-masing dalam mencari nafkah dan menyambung hidup. Salah satunya adalah seorang perempuan dari Jawa Barat, bernama Devi.

Janda yang memiliki satu orang anak ini sudah dua kali gagal mengarungi bahtera rumah tangga. Dia pun harus banting tulang mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, anak dan ibunya.

Teh Devi pun harus berjualan cilok dan berkeliling setiap harinya dengan gerobak. Panas hujan sudah menjadi hal biasa baginya demi mendapatkan rezeki. Meski demikian, dia tetaplah hanya seorang wanita.

Dia pun menangis saat ditanya seorang youtuber soal kisah hidupnya saat tengah mendorong gerobaknya. Berikut ulasannya.

Wanita yang akrab disapa Teh Devi ini terpaksa harus menghidupi anaknya dengan cara berjualan cilok.

Devi mulai berjualan dari jam 8 pagi sampai magrib. Selama berjualan, Devi mengatakan bahwa ia rela panas-panasan bahkan sampai kehujanan demi bisa menyambung hidup.

“Keliling kampung, panas-panasan kehujanan, demi anak,” ujar Teh Devi sambil menangis di pinggir jalan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Selain tantangan cuaca panas dan hujan, Teh Depi juga kerap mengalami gangguan dari para pria ketika sedang berjualan.

Devi mengaku pernah disukai oleh seorang pria yang mengaku akan bunuh diri jika cintanya ditolak oleh Devi.

“Ada sih ada gangguin, ada yang ngehalaingin. Ngehalangin itunya mau bunuh diri katanya. Akunya gak mau pacaran dulu. Punya anak,” lanjut Teh Devi.

Teh Devi mengaku tidak pernah libur jualan. Ia selalu berjualan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan.

Begitu juga pada hari Minggu. Saat orang-orang lebih memilih untuk beristirahat, Devi tetap berjualan agar punya uang untuk esok hari.

“Nggak pernah libur. Hari Minggu jalan. Kan kalau libur nggak punya uang buat besok. Setiap hari kan harus jajan,” kata Depi. (*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less