Jelang Ramadan, Polda DIY Sita Ribuan Botol Miras Oplosan Produksi Rumahan

BNews–JOGJA– Jelang Bulan Ramadan 1443 H, Polda DIY beserta jajaran menggelar operasi Cipta Kondisi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama beberapa pekan terakhir. Dalam operasi tersebut, Polda DIY menyita ribuan botol minuman keras.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc. saat konferensi pers menyampaikan dari 3.455 botol miras tersebut petugas menangkap empat tersangka dengan lokasi yang berbeda.

Keempat tersangka yang diamankan adalah berinisial S (67 th) perempuan warga Banguntapan Bantul dengan lokasi di Piyungan Bantul. Tersangka kedua berinisial GP (29 th) warga Playen Gunungkidul dengan lokasi Depok, Sleman.

“Tersangka ketiga Pemuda berinisial OFR (26 th) warga Depok Sleman, dan yang terakhir adalah berinisial GNP (36 th) warga Sedayu Bantul, dengan TKP di Sedayu Bantul,” jelas Kabid Humas.

Dari ribuan botol miras berbagai merk tersebut diantaranya ada ratusan botol minuman ciu dan oplosan.

“Keempat tersangka melanggar Perda DIY Nomor 12 Tahun 2015, tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, serta pelarangan minuman oplosan dengan ancaman hukuman enam bulan penjara atau denda sebesar Rp. 50 juta,” ujarnya.

Sementara Wadir Resnarkoba AKBP Bakti Andriyono,yang mendampingi Kabid Humas menambahkan pada gelaran operasi Cipta Kondisi tersebut; petugas menemukan home industry minuman keras illegal yang berbahan dasar nanas.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pada penjelasannya kepada para pewarta mengungkapkan bahwa indutri rumahan ini telah beroperasi selama 6 bulan, dari hulu hingga hilir, dari awal pengolahan hingga pendistribusian ke pembeli.

“Di saat penyulingan hasil dari ekstra buah nanas tersebut dituang ke botol air mineral dan dicampur dengan alkohol murni 90%, air gula, dan perasa buah nanas,” jelasnya.

Usai dilakukan penyulingan, bahan campuran tersebut kemudian dikemas dan di simpan selama sebulan sebelum dipasarkan. Dalam sehari mampu memproduksi sebanyak 15 liter dengan kemasan sebanyak 30 botol dan dijual seharga Rp. 15ribu perbotolnya.

“Sementara kasus ini (pabrik minuman keras illegal) masih dalam proses penyidikan; dan bila telah putusan akan disampaikan lebih lanjut ke rekan media,” ucapnya.

Sebelum ditutup, Wadir Resnarkoba menyampaikan kepada pelaku home industry minuman keras illegal tersebut; akan dikenakan UU Nomor 18 Tahun 2012, tentang Pangan dengan hukuman dua tahun penjara atau denda Rp. 4 Milyar. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!