Job Fair Kabupaten Magelang Sediakan 4.176 Loker, Atasi Pengangguran
- calendar_month Sel, 10 Jun 2025

Bupati Magelang saat berbincang dengan Pencari Kerja di Job Fair Kabupaten Magelang tahun 2025 yang digelar Disperinaker
BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang menggelar job fair yang menyediakan 4.176 lowongan kerja bagi para pencari kerja.
Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (10/6/2025) hingga Rabu (11/6/2025), berlokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Magelang, Jalan Magelang–Purworejo Km 11, Tempuran.
Sebanyak 41 perusahaan ikut berpartisipasi dalam job fair ini, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Magelang.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang.
“Kita rencana satu tahun ada 3 job fair. Tapi, yang paling utama yang ini di awal dan di akhir tahun,” kata Plt Kepala Disperinaker Kabupaten Magelang, R Anta Murpuji Antaka, kepada wartawan, Selasa (10/6/2025).
“Untuk job fair saat ini diikuti oleh yang offline dan online sekitar 41 perusahaan. Yang dari Magelang ada 38 perusahaan; sisanya dari luar Magelang. Saya tidak hafal, tapi antara lain dari Malang, Semarang, Ungaran, Bantul,” lanjutnya.
Anta menjelaskan bahwa jumlah lowongan kerja yang ditawarkan mencapai 4.176 posisi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.439 lowongan berasal dari 38 perusahaan di Magelang; yang mayoritas bergerak di sektor industri dan garmen.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara itu, perusahaan dari luar daerah, seperti dari Malang, turut menawarkan lowongan di sektor pertambangan.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada batasan usia bagi pencari kerja yang ingin mengikuti job fair ini.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyatakan bahwa kegiatan job fair diharapkan menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran di wilayahnya.
“Bahwa sekarang kita tahu tingkat pengangguran di Kabupaten Magelang itu cukup tinggi dan ini salah satu solusinya (3,5 persen data BPS). Kita buat job fair dan hari ini kita membuka sekitar 4.000 lebih peluang kerja,” ujar Grengseng.
“Tadi kita juga ngobrol-ngobrol biar masyarakat juga menjadi kontrol. Kita tagih nanti silakan kalau mau ditagih ini Kepala Disperinakernya itu dia berjanji tiga bulan sekali kita laksanakan. Harapannya bisa mengurangi tingkat pengangguran sehingga kemiskinan terdampak di Kabupaten Magelang setahap demi setahap akan kita tekan,” imbuhnya.
Menanggapi anggapan bahwa job fair hanya sebatas formalitas, Grengseng menegaskan akan ada tindak lanjut berupa laporan penerimaan tenaga kerja.
“Nanti habis ini ada pengumuman penerimaan. Nanti kita laporkan berapa ribu yang diterima, diterima di perusahaan mana saja,” katanya.
“Itu nanti kalau memang ada perusahaan yang mohon maaf, misalnya di sini hanya nampang, ikut nampang dan tidak jadi menerima tenaga kerja, maka di job fair yang akan datang itu akan kita blacklist,” tegasnya.
Salah satu pencari kerja, Fatma Maulidina (18), mengaku baru pertama kali mengikuti job fair setelah lulus dari SMA tahun ini. Ia mengetahui informasi job fair dari teman-temannya.
“Belum, baru lulus tahun ini SMA, fresh graduate. Harapannya bisa diterima,” ujar Fatma yang berasal dari Salaman. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar