Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jumlah Pernikahan di Jateng Terus Turun, Angka Perceraian ASN Justru Naik

Jumlah Pernikahan di Jateng Terus Turun, Angka Perceraian ASN Justru Naik

  • calendar_month Sel, 30 Sep 2025

BNews—SALATIGA— Data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mencatat jumlah pasangan menikah sah terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Isu ini menjadi sorotan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah; yang digelar di Hotel Grand Wahid, Salatiga, Senin (29/9/2025).

Berdasarkan catatan Pemprov Jateng, pada tahun 2020 tercatat ada 1,78 juta pasangan menikah. Jumlah itu turun menjadi 1,74 juta (2021), 1,71 juta (2022), 1,57 juta (2023), hingga hanya 1,47 juta pada 2024.

Di sisi lain, angka perceraian justru meningkat. Secara nasional, tercatat sekitar 9.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) memutuskan bercerai setiap tahun.

Dari data itu, banyak pasangan yang baru menjalani rumah tangga kurang dari lima tahun, bahkan ada yang belum genap setahun.

“Fenomena ini menunjukkan rapuhnya pondasi keluarga kita,” ungkap Sekjen BP4 Pusat, Anwar Sa’adi melalui siaran pers.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Dr. Saiful Mujab, menilai tren tersebut sebagai alarm serius. Menurutnya, keluarga adalah fondasi penting bagi bangsa.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Jika keluarganya baik, Insyaallah bangsa ini akan kuat. Kami dorong pemuda yang sudah cukup usia, minimal 19 tahun, dan siap lahir batin, untuk segera menikah dan mencatatkannya di KUA,” ujarnya.

Saiful menegaskan bahwa peran BP4 tidak boleh hanya menjadi “penjaga gawang” yang pasif. Organisasi ini harus bergerak aktif hingga ke tingkat kecamatan dengan menggandeng jejaring luas, mulai dari pemerintah daerah, BKKBN, Kemenkes, hingga lembaga masyarakat.

Wakil Ketua BP4 Jateng, Eman Sulaeman, dalam laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2025, mengakui bahwa keterbatasan dana masih menjadi kendala utama. Iuran anggota dan bantuan mitra belum mampu menopang program publikasi maupun riset.

“Kami sangat berharap dukungan penuh dari Kanwil Kemenag Jateng. Termasuk, alokasi anggaran rutin setiap tahun,” ujarnya.

Menurut Eman, Muswil BP4 Jateng kali ini bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, melainkan juga panggilan darurat.

Organisasi ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi benteng dalam menjaga keutuhan rumah tangga di tengah derasnya arus perceraian dan menurunnya angka pernikahan.

“Di tengah derasnya arus perceraian dan menurunnya angka pernikahan, masyarakat menaruh harapan besar pada BP4,” ungkapnya. (*)

About The Author

  • Penulis: Pemela

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less