Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kadin Indonesia Gelar Retret Nasional di Magelang Dukung Visi Indonesia Emas 2045

Kadin Indonesia Gelar Retret Nasional di Magelang Dukung Visi Indonesia Emas 2045

  • calendar_month Sel, 5 Agu 2025

BNews-NASIONAL- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar akademi retret selama empat hari di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Yakni mulai Kamis hingga Minggu, 7–10 Agustus 2025.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Kadin dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat, mandiri, dan sejahtera.

Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan bahwa kegiatan retret ini akan diikuti oleh 250 anggota Kadin dari seluruh Indonesia.

Tujuannya adalah untuk memperkuat semangat Indonesia Incorporated, yaitu semangat gotong royong dalam mendukung; program-program pemerintah menuju pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen; pencapaian kemandirian bangsa, serta terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Untuk memahami, menyerap, dan menghayati visi besar Presiden, Kadin perlu waktu khusus dan tenang, yakni retret,” ujar Anindya saat jamuan makan malam bersama para pemimpin redaksi media di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025.

Menurut Anindya, Presiden Prabowo sangat menekankan pentingnya semangat kebersamaan yang harus tercermin melalui kolaborasi semua pihak; termasuk kalangan dunia usaha. Ia menambahkan bahwa visi besar Presiden tidak dapat dijalankan hanya oleh pemerintah semata; melainkan harus melibatkan semua unsur, terutama pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia.

Lebih lanjut, Anindya menjelaskan bahwa visi besar Presiden Prabowo adalah “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,”; yang menjadi fondasi utama kebijakan nasional pada periode 2024 hingga 2029.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Visi tersebut ditopang oleh delapan cita-cita luhur (Asta Cita), tujuh belas program kerja strategis, dan delapan langkah cepat (quick wins). Untuk merealisasikan program-program tersebut, Presiden membentuk; Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia yang bertugas untuk mengonsolidasikan investasi pemerintah.

Pemerintah juga mencanangkan pembentukan sebanyak 80.081 Koperasi Merah-Putih yang akan dibentuk di tingkat desa dan kelurahan, guna menggerakkan ekonomi masyarakat secara lebih merata.

“Presiden selalu menekankan, agar semua program yang dijalankan memberikan dampak nyata kepada masyarakat,” tutur Anindya.

Untuk tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp457,5 triliun dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) tahun 2024.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai berbagai program prioritas nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG); pembangunan Klinik Gotong Royong, pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat, serta program pengiriman pekerja migran.

Anindya juga menyoroti bahwa perhatian Presiden Prabowo terfokus pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah.

Ia menjelaskan bahwa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kini diarahkan ke sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan.

“Baru di era Presiden Prabowo ada KUR Perumahan dan KUR untuk dapur MBG. Komitmen Presiden tidak hanya dalam menggerakkan; investasi secara nasional, tetapi juga langkah nyata meningkatkan kesejahteraan rakyat bawah; dan gizi generasi baru yang diharapkan menjadi generasi emas 2045,” ucapnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Anindya mengakui bahwa meskipun tahun ini Indonesia memperingati 80 tahun kemerdekaan, berbagai tantangan masih membayangi.

Mulai dari PDB per kapita yang masih berada di kisaran 5.100 dolar Amerika Serikat hingga tingginya angka kemiskinan; pengangguran, dan kesenjangan sosial yang belum tuntas.

“Dalam kondisi ini, Kadin sebagai mitra Pemerintah sepenuhnya mendukung visi dan program kerja pemerintah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk maju. Selain kekayaan sumber daya alam yang melimpah; saat ini terdapat 196 juta penduduk atau sekitar 68,9 persen dari total populasi yang berada dalam usia produktif. Bonus demografi ini menjadi peluang besar jika didukung oleh strategi pembangunan yang tepat.

“Makanya, retret di Magelang adalah momentum Kadin untuk reposisi diri, memperkuat peran sebagai mitra strategis Pemerintah. Dalam suasana yang hening namun penuh semangat, para pelaku usaha mendapatkan suntikan semangat baru untuk mewujudkan Kadin sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang sejalan dengan visi besar pemerintah,” ungkapnya.

Anindya menegaskan bahwa retret ini bukan sekadar jeda aktivitas, melainkan forum refleksi dan konsolidasi untuk menyatukan visi antara pimpinan dan anggota Kadin dari seluruh Indonesia.

“Reposisi ini menegaskan bahwa Kadin bukan sekadar penghubung dunia usaha, tetapi mitra Pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan, membuka lapangan kerja, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat ketahanan nasional,” pungkasnya. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less