Tersangka Pembuat Madu Palsu Raih Omset Rp 600 Juta Sekali Produksi

BNews–NASIONAL– Siapa sangka, pelaku kriminal pemalsu madu ini omsetnya lebih dari setengah miliar. Kasus produksi madu palsu ini berhasil diungkap jajaran Polda Banten awal November 2020 kemarin.

Diketahui, dengan berjualan madu palsu, pelaku mendapatkan omzet Rp 600 juta dalam satu kali produksi.

“Bisa (mendapat omzet) Rp 600 juta untuk sekali produksi itu, mereka,” jelas Kasubdit Indag 1 Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Doffie Fahlevi (10/11/2020).

Pihak polisi berhasil mengamankan pelaku  berinisial TM, 35, di wilayah Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Sebagai informasi, madu palsu yang diproduksi tersangka ini memiliki bahan dasar campuran glukosa, fruktosa, dan molases.

Molases sendiri merupakan salah satu campuran pakan ternak yang berbahaya jika dikonsumsi manusia.

Doffie menyampaikan bahwa setelah diteliti, ternyata tak ada kandungan madu asli yang terkandung dalam madu yang diproduksi TM.

 “Banyak warga Banten yang sakit perut setelah minum madu ini,” ujar Doffie.

Loading...

Untuk satu botol madu palsu, TM menjualnya dengan harga Rp 25.000. Madu tersebut diproduksi di sebuah rumah kontrakan di wilayah Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Di rumah tersebut, polisi mendapati lima drum madu palsu yang kemudian disita sebagai barang bukti.

Berdasarkan keterangan Doffie, TM bekerja sama dengan dua orang lain yang telah ditangkap di tempat berbeda. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TM terancam hukuman penjara selama lima tahun. (*/islh)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: