Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » (KALEIDOSKOP) 32 Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur Magelang

(KALEIDOSKOP) 32 Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur Magelang

  • calendar_month Sab, 30 Des 2023

BNews-MAGELANG- 32 biksu melakukan perjalanan kaki dari Thailand ke Indonesia untuk menghadiri acara puncak perayaan hari raya Waisak di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada hari Minggu (4/6/2023).

Ritual Thudong merupakan perjalanan religi yang dilakukan dengan berjalan kaki sejauh ribuan kilometer.

Para biksu ini berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Mereka berjalan hanya dengan mengandalkan makanan yang diberikan oleh warga serta tidur di rumah ibadah. Perjalanan dimulai sejak Kamis (23/3/2023).

Para biksu telah melakukan persiapan fisik maupun spiritual untuk dapat melakukan perjalanan lintas negara ini. Persiapan tersebut meliputi meditasi dan pengendalian diri seperti mengendalikan lapar, keinginan makan, dan kemarahan.

Thudong memiliki makna yang berasal dari kata dhutanga dalam bahasa Pali yang berarti latihan keras. Latihan ini terdiri dari 13 praktik pertapaan yang dilakukan oleh bhante sebagai bentuk mematuhi perintah Sang Buddha.

Dalam ritual ini, para biksu harus menjalani kehidupan dengan lebih disiplin dalam berpuasa, bermeditasi untuk mengendalikan emosi, serta hidup dengan kesederhanaan. Oleh karena itu, mereka hanya dibekali dengan sedikit uang dan makanan selama perjalanan.

Keberangkatan 32 biksu ini secara khusus dilakukan dalam rangka merayakan Waisak di Candi Borobudur. Waisak merupakan perayaan penting bagi umat Buddha yang jatuh pada tanggal 4 Juni 2023.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Perjalanan ritual jalan kaki ini telah menjadi tradisi selama ratusan tahun. Perjalanan dari Thailand ke Indonesia menjadi salah satu bentuk perjalanan religi yang dilakukan.

Selama perjalanan, para biksu diberikan bantuan dari umat Buddha di berbagai daerah yang mereka lewati. Sambutan yang hangat tidak hanya datang dari umat Buddha, tetapi juga dari umat agama lain.

Total jarak perjalanan yang ditempuh oleh 32 biksu ini diperkirakan sekitar 2.600 kilometer. Biasanya, ritual Thudong ini dilakukan oleh biksu-biksu yang berpengalaman.

Untuk mendukung kesuksesan perjalanan ini, mobil telah disiapkan untuk mengikuti perjalanan 32 biksu. Perjalanan ini juga telah memecahkan rekor MURI.

Para biksu menyambut dengan antusiasme sambutan dari masyarakat Indonesia. Maha Or, salah satu biksu, mengatakan bahwa sambutan di Indonesia begitu luar biasa. Ketika mereka sampai di Cirebon, penduduk setempat menyambut mereka dengan penuh antusias.

Maha Or juga menyebutkan bahwa tingkat toleransi di Indonesia sangat tinggi. Masyarakat menunggu dengan sabar kedatangan biksu dan menyambut mereka dengan hangat, seakan-akan menyambut kedatangan sanak saudara.

Biksu lainnya, Wawan, yang berasal dari Cirebon juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya, toleransi di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang telah mereka lewati sebelumnya.

Ketika ditanya tentang tingkat toleransi di Indonesia, para biksu menunjukkan dengan mengangkat semua jari di tangan dan kaki, untuk menunjukkan bahwa tingkat toleransi di Indonesia sangat baik. Warga Indonesia dengan rela berjejer di sepanjang jalan, bahkan berpanas-panasan, untuk menyambut kedatangan para biksu ini. (*)

About The Author

  • Penulis: Joe Joe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less