Keluarga Korban Laka Tubing Asal Malaysia Bertolak Ke Indonesia

BNews—MUNTILAN— Salah satu korban laka air tubing Candimulyo merupakan warga Negara asing asal Malaysia. Korban Hanizah, 65 ikut dalam rombongan wisatawan tersebut kemarin (13/3).

 

Dari informasi yang dihimpun Borobudur News pihak keluarga di Malaysia sudah diberi tahu dan langsung bertolak ke Indonesia. Hal ini juga disampaikan rekan korban Ervin Santosa,48 warga Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Advertisements


 

“Keluarga korban sudah kami beritahu musibah ini, dan tadi malam sudah mencari tiket untuk menuju Indonesia,”katanya.


 

“Kedatangan keluarga korban guna mengurus jenazah , kemungkinan jazad  Hanizah akan di bawa pulang ke Malaysia, imbuhnya.

 

“Sedangkan berkaitan dengan Kedutaan Besar Malaysia , akan dikomunikasikan oleh rekan kami  yang tergabung dalam  APPI  ( Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia)  yang berlokasi di Jakarta hari ini,” tandasnya.

 

Sementara Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho saat mengecek proses otopsi di RSUD Muntilan tadi malam menambahkan bahwa Korban bernama Hanizah, 65 merupakan warga asal Selangor, Malaysia. “Dirinya menjadi satu-satunya warga negara asing yang menjadi korban kecelakaan nahas tersebut,” katanya.

 

Disamapikan pula bahwa kejadian ini sekitar Pukul 12.00 mereka turun dan bertubing bersama dipandu oleh salah satu operator tubing di sana. Lalu, pada saat istirahat sekitar pukul 15.00 WIB, tiba-tiba ada banjir bandang dari arah hulu sungai, menghanyutkan para peserta tubing.

 

“Mereka ini para operator wisata dari berbagai daerah, sedang mencoba area di Candimulyo, wisata tubing di sana. Ada sekitar 12 orang yang turun jam 12.00 tadi, saat istirahat, tiba-tiba banjir datang, dan menghanyutkan mereka,” paparnya.

 

Yudi menjelaskan juga bahwa  mereka hanyut terbawa derasnya aliran air Kali Gono. “Sekitar satu jam setelahnya, pukul 16.00, mereka ditemukan. Empat orang meninggal dunia. Sementara lima lainnya luka ringan,” jelasnya.

 

Para korban meninggal akibat tergulung derasnya air sungai dan terbentur bebatuan yang ada di Kali Gono. “Mereka hanyut dan ditemukan, empat orang meninggal dunia, lainnya selamat,” katanya.

 

Seperti berita sebelumnya bahwa Wisatawan Tubing  di sungai Gono, Candimulyo, Magelang , terseret banjir  dengan menelan korban 4 meninggal dunia dan lima orang luka luka, Rabu, (13/3). Untuk korban tiga anggota ASPPI DKI Jakarta adalah Yully Wu (Yully Goh), perempuan kelahiran 2 Maret 1977 APT Palm Mansion TWR Kalideres Jakarta Barat,  Tantri Ariestianati, perempuan kelahiran 9 April 1968 beralamatkan Jalan Janur Asri 9 QK 18 No.20 Kelapa gading Jakarta Utara, serta Sicilia Mantjoeng,perempuan kelahiran 25 November 1971, beralamatkan di Manggarai Selatan 117 Tebet Jakarta Selatan. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: