Kemenag Alokasikan Rp 5,7 Triliun Untuk Bantu Pendidikan Keagamaan di Tengah Pandemi

BNews—NASIONAL—Kementrian Agama (Kemenag) mengalokasikan dana sekitar Rp5,7 triliun untuk membantu sektor pendidikan keagamaan.  Sebab sektor tersebut juga turut terdampak pandemi Covid-19.

Menteri Agama Fachrul Razi menyebut dana tersebut dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dana tersebut akan dialokasikan ke berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan keagamaan.

“Sebesar Rp5,793 triliun, besar sekali anggaran itu dan kami manfaatkan sangat baik,” katanya saat menyampaikan keterangan pers perkembangan pemulihan ekonomi di Kantor Presiden melalui channel Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (26/11/2020).

Dia menjelaskan, rinciannya alokasi dananya antara lain untuk subsidi penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di madrasah. Subsidi kuota internet untuk mahasiswa, bantuan operasional untuk pendidikan keagamaan Islam, pondok pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah dan lembaga pendidikan Alqura.  Bantuan daring untuk pondok pesantren, dan bantuan untuk guru Raudhatul Athfal (RA), madrasah dan guru pendidikan agama Islam.

”Kemudian kami juga mendapat bagian dari anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN), untuk bantuan operasional pendidikan. Antara lain untuk menambah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan beberapa dialokasikan untuk optimalisasi belanja barang keperluan pendidikan,” jelas dia.

Terkait bidang pendidikan, kata Fachrul, anggaran untuk bantuan internet bagi mahasiswa, guru dan dosen, untuk pendidikan Islam Rp1.156.213.455.000 dengan penerima sebanyak 9.958.011 siswa madrasah.

Selanjutnya, sebesar Rp987.740.505.000 diberikan pada 1.123.153 mahasiswa, sementara masih ada alokasi bantuan lagi sebesar Rp168.472.950.000. ”Alhamdulillah, dananya sudah turun dan akan segera disalurkan dan saya yakin itu bisa membantu mahasiswa, murid dan guru,” ungkap Fachrul.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Lanjutnya, untuk pendidikan agama Kristen yang ditangani Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen. Alokasi bantuan mencapai Rp3 miliar untuk 200 perguruan tinggi keagamaan Kristen swasta (PTKKS).

Sedangkan alokasi bantuan untuk Ditjen Bimas Budha mencapai Rp316.200.000 yang diberikan pada 1.581 penerima terdiri dari 1.442 mahasiswa dan 139 dosen. ”Jadi bantuan ini tidak hanya untuk murid atau mahasiswa. Tetapi, juga untuk guru dan dosen,” ungkap Fachrul.

Selanjutnya, Ditjen Bimas Hindu Kemenag mendapat alokasi sebesar Rp1.645.800.000 untuk guru pratama widya pasraman, adiwidya pasraman, madyama widya pasraman, utama widya pasraman, dan pendidikan tinggi keagamaan Hindu.

Masih ada bantuan paket data internet untuk penyelenggaraan PJJ bagi guru agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu di sekolah masing-masing.  (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: