Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kemenag Jateng Siapkan 459 Masjid Ramah Pemudik Lebaran 2026

Kemenag Jateng Siapkan 459 Masjid Ramah Pemudik Lebaran 2026

  • calendar_month Sen, 16 Mar 2026

BNews–JATENG– Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan ratusan Masjid Ramah Pemudik. Yang mana dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beristirahat selama arus mudik Idulfitri 1447 H/2026.

“Kita menggerakkan masjid ramah pemudik. Di Jawa Tengah kurang lebih 459 masjid yang disiapkan untuk ramah pemudik,” kata Kepala Kanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab, saat ditemui di Ponpes Al Inayah, Sidoagung, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Sabtu (14/3/26).

Dia berharap dengan adanya program Masjid Ramah Pemudik ini, perjalanan mudik masyarakat bisa berlangsung lebih aman, nyaman.

Terkait sidang isbat penetapan 1 Syawal, Saiful mengyngkap bahwa Kemenag akan menyelenggarakannya pada 19 Maret 2026. Di wilayah Jawa Tengah ada 14 titik rukyatul hilal, antara lain di UIN Walisongo, Purworejo, Banyumas, Sukoharjo dan beberapa wilayah lain.

“Nanti akan sidang tanggal 19. Semoga dalam sidang isbat ada keputusan terkait dengan tanggal 1 Syawal,” ungkapnya.

Saiful mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan kebersamaan apabila terjadi perbedaan 1 Syawal. “Kita sebagai umat Islam, bila terjadi perbedaan kita tetap menjaga kebersamaan,” ujarnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Sementara itu, dilansir dari bimasislam.kemenag.go.id, Kemenag akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H pada Kamis (19/4/2026) bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Abu Rokhmad mengungkap, sidang tersebut rencananya digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Abu mengatakan, persiapan sidang isbat 1 Syawal 1447 H telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mencakup aspek substansi maupun dukungan teknis.

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” katanya.

Abu menjelaskan, sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

Sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah, kemudian pelaksanaan sidang isbat dan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 H oleh Menteri Agama. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less