Kemenag Usulkan Biaya Haji Tahun 2022 Sebesar Rp 45 Juta

BNews–NASIONAL– Kementerian Agama (Kemenag) mengusukan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1443/2022 M senilai Rp 45 juta.

Jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, biaya tahun ini lebih besar tepatnya Rp45.053.368 per jemaah.

Pada 2019 dan 2020 lalu, Kemenag dan DPR sepakat menetapkan ongkos haji sebesar Rp35,2 juta namun, pada 2020 haji dibatalkan karena pandemi.

Menteri Agam Yaqut Qoumas menyampaikan, besaran biaya haji ini diambil untuk menyeimbangkan antara besaran beban jemaah dengan keberlangsungan penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan keseimbangan tersebut dimaksudkan agar jemaah tidak terlalu terbebani dengan biaya yang harus dibayar, mengingat sudah dua tahun melakukan pelunasan Bipih.

“Namun di sisi lain juga harus menjaga prinsip istita’ah dan likuiditas penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun berikutnya,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (16/2).

Selain Bipih, Menag juga mengusulkan anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang bersumber dari dana nilai manfaat (optimalisasi); dana efisiensi haji, sumber lain yang sah. Anggaran biaya untuk BPIH ini diusulkan sebesar Rp8.994.750.278.321,83.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Untuk komponen biaya penerbangan haji, disusun per embarkasi dengan memperhatikan jarak (dekat/jauh) dari masing-masing embarkasi ke Arab Saudi,” jelas Menag.

Menag menjelaskan, pembiayaan komponen BPIH mengedepankan prinsip rasionalitas, kewajaran harga, dan kualitas layanan.

Untuk komponen operasional di dalam negeri, biaya haji disusun sesuai Standar Biaya Masukan (SBM) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Sementara komponen di Arab Saudi, dasar pembiayaannya menggunakan Ta’limatul Hajj Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Pemerintah mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH. Sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat terlaksana dengan baik dengan biaya yang wajar,” tutur Gus Menteri. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!