Kemendikbudristek Minta Penerima KIP Jangan Terlena Karena Evaluasi Akan Diperketat
- calendar_month Ming, 4 Sep 2022

acara Sapa Maba dan Sosialisasi Penerima KIP Kuliah Tahun 2022 di Untidar Magelang, Jumat (1/9/2022). (foto: istimewa)
BNews—MAGELANG— Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ((Puslapdik Kemendikbudristek), Abdul Kahar menyebut penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) tidak boleh terlena dengan fasilitas yang diberikan. Karena evaluasi akan diperketat dan bisa sewaktu-waktu diganti.
“Ananda sekalian tidak boleh terlena dengan fasilitas yang diterima. KIP Kuliah tidak harus membiayai kuliah semester 1 sampai selesai. Jika tidak sesuai standar maka bisa dicabut dan digantikan,” jelasnya pada acara Sapa Maba dan Sosialisasi Penerima KIP Kuliah Tahun 2022 di Untidar Magelang, Jumat (1/9/2022).
Mulai tahun 2022, masing-masing perguruan tinggi dianjurkan menerapkan tahap evaluasi yang lebih ketat dan cermat. Adanya evaluasi ini bertujuan menumbuhkan kompetisi dan semangat terus belajar kepada seluruh penerima KIP Kuliah.
Ada beberapa poin penting evaluasi seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan status ekonomi. Sesuai Peraturan Rektor No. 02 Tahun 2016, minimal IPK mahasiswa penerima KIP Kuliah adalah 3.00.
“Selain IPK, penting juga memperhatikan status ekonomi. Dzolim jika fasilitas ini diberikan kepada orang yang tidak tepat,” ujar Abdul Kahar.
Menurutnya, status ekonomi menjadi salah satu sorotan dikarenakan 2 tahun belakangan, Puslapdik tidak mewajibkan kunjungan langsung ke rumah calon penerima KIP Kuliah karena pandemi. Sehingga dikhawatirkan ada kecurangan saat mengisikan data-data pada saat seleksi KIP Kuliah.
Dia pun berpesan agar mahasiswa penerima KIP selalu menanamkan rasa syukur, manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan “Golden Ticket” ini. Merubah mindset teman-teman untuk selalu semangat dan bertekad menjadi lebih baik dengan meningkatkan proses belajarnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Walikota Magelang, Muchamad Nur Aziz yang turut hadir dalam acara ini, memberikan motivasi kepada para mahasiswa penerima KIP Kuliah di Untidar.
“Sama seperti anda, saya juga kuliah dengan bantuan beasiswa. Mulai semester 3 sampai akhir tidak bayar kuliah. Saat melanjutkan ke tingkat spesialis saya juga mulai kuliah sambil bekerja,” tuturnyanya.
Belajarlah melihat apa yang dibutuhkan orang lain dan merubahnya sebagai kesempatan wirausaha.
“Saya dahulu berjualan fotocopy untuk diktat. Pakailah ilmu bodoh, jangan terlalu menjadi pemikir tapi ilmu bodoh yang mempunyai strategi peta jalan hidup,” tambahnya.
Walikota Magelang turut menyampaikan materi dengan tema “Dukungan Pemerintah Kota Magelang dalam Dunia Pendidikan Tinggi”
Raktor Untidar Magelang Mukh Arifin menyebut, tidak semua mahasiswa yang memiliki kondisi ekonomi seperti mereka yang mendapatkan kesempatan memperoleh KIP Kuliah. Maka fasilitas yang akan diperoleh seperti pembiayaan Uang Kuliah dan Uang Saku harusnya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam mendukung perkuliahan di Untidar.
”Diharapkan mahasiswa penerima KIP Kuliah akan menjadi duta atau teladan mahasiswa Untidar lainnya. Teladan dalam semangat belajar, mengembangkan diri dan berperilaku yang menjunjung akhlak yang baik,” imbuhnya.
Sesuai data yang dipaparkan Koordinator Akademik dan Kemahasiswaan, David Budhi Hartono dari total 755 mahasiswa yang memiliki KIP Kuliah hanya 365 mahasiswa yang ditetapkan menjadi penerima KIP Kuliah di Untidar. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar