Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kenali Anak Terkena Cacingan, Tak Hanya Sulit Makan Saja

Kenali Anak Terkena Cacingan, Tak Hanya Sulit Makan Saja

  • calendar_month Sab, 26 Nov 2022

BNews–KESEHATAN– American Academy of Pediatrics menyebutkan, infeksi karena cacing menjadi kondisi kesehatan yang paling umum terjadi pada anak. Masalah ini lebih rentan menyerang anak yang mengalami kemiskinan ekstrem di berbagai negara berkembang, termasuk di kawasan Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Inilah mengapa, orang tua perlu tahu bagaimana ciri-ciri anak cacingan.

Sebab, cacingan yang terjadi pada anak adalah ancaman kesehatan utama di tingkat global terhadap anak. Infeksi bisa terjadi ketika anak mengalami kontak langsung dengan telur cacing dari makanan, minuman, atau benda lain dan tidak sengaja tertelan. Bahkan, apabila anak tidak mencuci tangan, infeksi bisa menyebar ke orang lain.

Kenali Ciri-Ciri Anak Cacingan

Sebagian besar kasus anak yang mengalami cacingan tidak menunjukkan gejala yang serius dan berbahaya. Bahkan, orang tua bisa tidak menyadari gejalanya dan kerap salah diagnosis dengan masalah kesehatan lainnya. Namun, orang tua tetap perlu tahu apa saja ciri-ciri anak cacingan.

Gejala yang paling khas adalah anak mengalami penurunan nafsu makan. Selain itu, ciri-ciri anak cacingan lainnya termasuk:

  • Pantat terasa gatal, dapat memerah dan meradang karena anak sering menggaruknya.
  • Terdapat cacing pada feses saat anak buang air besar.
  • Perut terasa kembung, keras, dan nyeri.
  • Mengeluarkan bunyi saat bernapas.
  • Mudah tersinggung.
  • Mengalami penurunan berat badan.
  • Tidur menjadi tidak nyenyak.

Bagaimana Cacingan pada Anak Menyebar?

Cacing yang menginfeksi anak tampak seperti benang berwarna putih dengan panjang sekitar satu sentimeter. Parasit ini hidup pada usus bawah, tetapi keluar pada malam hari melalui anus untuk bertelur di area antara pantat. Proses ini akan membuat pantat anak terasa begitu gatal.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Satu ekor cacing betina mampu bertelur mencapai 16 ribu. Penyebaran cacing ini bisa terjadi ketika anak menggaruk pantat, sehingga telur akan tersangkut pada kuku yang panjang. Tanpa mencuci tangan, telur akan masuk ke tubuh ketika anak menyentuh makanan.

Selain itu, telur cacing juga bisa menyebar melalui debu atau kontak langsung dengan benda. Bahkan, di luar tubuh, telur cacing ini mampu bertahan hingga dua minggu. Setelah tertelan, telur cacing akan menetas pada usus kecil dan bergerak ke anus, memicu penyakit cacingan pada anak-anak.

Lakukan Pencegahan Sedini Mungkin

Infeksi cacingan bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Inilah sebabnya, setelah mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak, ibu juga perlu mengetahui bagaimana cara pencegahan infeksi parasit satu ini. Pastikan untuk melakukan hal-hal berikut ini.

  • Ajak anak untuk selalu mencuci tangan setelah bermain, sebelum makan, dan setelah menggunakan kamar mandi.
  • Selalu ganti pakaian setiap hari.
  • Ganti dan cuci seprai setidaknya setiap seminggu sekali.
  • Hindari mengizinkan anak untuk bermain pasir atau lumpur.
  • Jaga kebersihan rumah dan lingkungan setiap saat.
  • Ajak anak untuk menjaga kebersihan kuku dan area genital.
  • Memasak sayuran dan buah sampai matang sebelum mengonsumsinya.
  • Berikan obat cacing pada anak.

Jangan lupa, cek secara berkala kondisi kesehatan anak. Apabila ibu mendapati adanya gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan kesehatan lebih mendetail. (*/halodoc)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less