Ketika Presiden Lima Gunung Meletakkan Jabatannya

BNews–MUNGKID– Presiden Lima Gunung Sutanto Mendut memilih meletakkan jabatannya, pekan lalu. Pilihan itu tepat dengan perayaan ulang tahunnya ke 63.
Pamitnya budayawan pengggas festival Lima Gunung ini kemudian membuat keluarga di komunitas ingin memberikan kesan yang istimewa. Dia ditinggikan melalui prosesi di Padepokan  Tjipto Boedojo Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun dan dikediamannya Studio Mendut.
Hadir kerabat, seniman, budayawan dan para penggiat komunitas lima gunung. Juga Cak Nun yang merupakan sahabat Sutanto.
Di Padepokan Tjitpo Boedojo prosesi mundurnya Tanto Mendut digelar dengan pementasan wayang orang dengan lakon kontemporer “Wisuda Seleh Merdeka”. Mereka bermaksud meninggikan Sutanto lebih dari presiden Lima Gunung.
Di Studio Mendut juga digelar berbagai pementasan oleh anggota Komunitas Lima Gunung. Mulai dari prosesi ritual Ondo Jiwo juga pementasan berbagai seni seperti Gohmuko, topeng ireng, jarana kepang dan wayang gunung.
Dalam pidatonya Tanto menggambarkan kesannya berada di Komunitas Lima Gunung. Dimana, komunitas ini menerima kehadiran siapa saja. Tanpa memandang asal, agama, suku dan perbedaan lain.
Dia juga merasa kaya berada tengah komunitas yang berisi orang-orang sederhana. “Tulus, pekerja keras dan tekun dalam mengolah alam gunung, dengan segala problematik serta tantangannya,” kata dia.
Ketua Komunitas Lima Gunung Supadi Haryanto mengatakan Sutanto meninggalkan banyak wawrisan dan ilmu kepadanya. Dia mengaku Sutanto memberikan kepercayaan diri yang kuat serta spirit berkesenian. Juga kesadaran untuk kagum dengan keindahan desa.
Sementara itu, Cak Nun yang berksempatan hadir di Studio Mendut mengatakan Tanto sebagai sosok yang layak ditinggikan. “Subjeknya bukan dunia, tetapi seluruh dunia ini alam semesta adalah alat yang dilimpahkan kepada kita agar kita menikmati. Mas Tanto bukan hidup di dunia ini, tetapi dunia hidup pada dirinya,” katanya.
Bahkan, dia tidak yakin jika Sutanto berhenti dari Komunitas Lima Gunung. “Justru hari ini ‘jumenengan e’ Tanto. Pemimpin ya seperti itu. Hari ini kita junjung lebih tinggi, kita resmikan dalam kalbu tentang contoh yang sejati,” katanya. (bn1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: