Kilas Balik Peristiwa Selama 2019 : Demo Anarkis Hingga Pelajar Tewas Tawuran

BNews—MUNGKID—Borobudur News merangkum beberapa peristiwa satu tahun terakhir. Mulai dari terbongkarnya pelaku pembuangan mayat di kebun Sawangan hingga gagalnya Desa Blondo di Mungkid mengikuti Pilkades serentak. Berikut kami rangkum kejadian atau momen yang menjadi sorotan publik dalam Kaleidoskop 2019.

1. Polres Magelang berhasil meringkus enam pelaku pembunuhan tiga jam pascapenemuan mayat di kebun milik warga di Sawangan, Jumat (11/1). Korban Abdul Rahman, 26 warga Pasar Rebo, Jakarta Timur tewas usai dianiaya para pelaku saat mengisi BBM di SPBU Secang sebelum akhirnya dibuang di kebun. Motif pengeroyokan karena pelaku jengkel korban tidak menjawab saat ditanya keberadaan motor yang lama dipinjamnya.

2. Zaenal Arifin dan Edy Cahyana resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Magelang Periode 2019-2014 oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (29/1) . Oleh KPU Kabupaten Magelang Pasangan Zaenal Arifin-Edy Cahyana (Padi) unggul suara 392.789 atau 55,59 persen atas M Zaenal Arifin-Rohadi Pratoto yang hanya memperoleh 313.746 suara atau 44,4 persen.

3.Puluhan pelajar dari sekolah swasta di Kota dan Kabupaten Magelang terlibat tawuran di Dusun Kadipiro, Mungkid, Kamis sore (31/1). Kedua kubu saling serang menggunakan celurit, parang, gergaji es hingga sabuk gir. Seorang pelajar SMK Ma’arif Salam, Nasrul Azis, 17, meninggal di lokasi akibat mengalami beberapa luka tusuk senjata tajam di tubuhnya.

4.Warga Secang digegerkan penemuan mayat seorang mahasiswi UPN Jogjakarta, Annisa, 23, yang dibuang di irigasi pertanian daerah Secang, Sabtu (23/2). Annisa dibunuh pacarnya sendiri, Sandra Saputra, 22, dengan cara dicekik lantaran cemburu. Pelaku yang berprofesi sebagai ojol itu terlebih dahulu menyimpan jasad korban di kamar kos daerah Bantul sebelum diboncengkan ke Secang mengendarai sepeda motor sendirian.

5.Tim Densus 88 Anti Teror menangkap AH, 26, terduga teroris jaringan Santoso asal Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Ia diciduk di rumah kontrakan di Grobogan bersama tujuh terduga lain dari beberapa kota di Jawa tengah menjelang subuh, Mei 2019. Ibu AH, Mugo Slamet, 45, bersikukuh anaknya tidak bersalah alias tiak terlibat jaringan radikal karena dikenal anak yang biasa dan tidak neko-neko.

6.Sebanyak 50 calon anggota DPRD Kabupaten Magelang terpilih periode 2019-2024 resmi dilantik dan diambil sumpah janjinya di GOR Gemilang, Kompleks Pemkab Magelang, Senin (26/8). Sebulan kemudian, empat unsur pimpinan DPRD resmi ditetapkan dalam Rapat Paripurna. Saryan Adiyanto (F PDI Perjuangan) ditetapkan sebagai Ketua DPRD, Wakil Ketua I Mahmud (F PKB), Wakil Ketua II Suharno (F Gerindra) dan Wakil Ketua III Sholeh Nurkolis (F Golkar).

7.Ribuan massa dari unsur mahasiswa dan pelajar dalam aksi damai #magelangbergerak menolak sejumlah RUU kontroversial di depan kantor DPRD Kota Magelang berakhir ricuh, Kamis (26/9). Dalam aksinya massa anarkis melempari petugas dengan batu, bom molotov hingga merusak fasilitas umum di Kompleks kantor DPRD, Pemkot Magelang dan pos pantau polisi. Kerugian akibat kerusakan ditaksir ratusan juta rupiah. Setidak 20 orang yang diduga sebagai provokator ditetapkan sebagai tersangka.

8.Kebakaran hebat melahap Pasar Blabak di Kecamatan Mungkid, Kamis malam (17/10) sekitar pukul 20.09 WIB. Titik api berasal dari arus pendek di tengah-tengah pasar hingga menyambar ke hampir seluruh bangunan pasar. 16 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan memadamkan api. Tercatat los yang terbakar sejumlah 91 unit termasuk tiga los cagar budaya. Kerugian ditaksir mencapai Rp 3 miliar.

9.Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, sebanyak 12.576 penari Soreng memecahkan dua rekor sekaligus. Yakni rekor Muri dengan jumlah penari Soreng terbanyak dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda terbanyak. Peserta penari soreng berasal dari seniman, lintas sanggar, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

10.Sebanyak 293 dari 367 desa di Kabupaten Magelang menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 24 November kemarin. Pesta demokrasi tingkat desa itu diwarnai keunikan, drama hingga catatan merah. Tercatat 33 calon kepala desa (cakades) merupakan suami istri, 89 cakades petahana kalah, pelaku botoh dan money politik ditangkap polisi. Hingga Pilkades Desa Blondo di Mungkid diundur tahun 2022 karena dinyatakan gagal akibat tidak sanggup membentuk kepanitiaan baru. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: