Kisah Nenek Sumartini Dapat Hadiah Gerobak Jualan Dari Sandal Jepitan Bareng

BNews—MAGELANG—Komunitas sosial Sandal Jepitan Bareng menyalurkan bantuan kepada seorang nenek yang berjualan menggunakan becak, pada Senin (5/10/2020). Bantuan tersebut berupa gerobak jualan dan modal usaha.

Nenek tersebut bernama Sumartini, ia kesehariannya berjualan berbagai minuman di kompleks Kantor Disdukcapil Kabupaten Magelang. Ia membawa barang dagangannya menggunakan sebuah becak karena tidak memiliki gerobak.

Becak tersebut merupakan peninggalan dari suaminya yang belum lama ini meninggal dunia. Kendati hidup sebatang kara, nenek Sumartini pantang menyerah. Di usia yang tak lagi muda justru semangat kerjanya tidak kalah dengan anak muda.

Sambil mendorong becak yang mengangkut dagangannya, Nenek Sumartini berjalan kaki menyusuri jalanan Kota Magelang untuk menjajakan dagangannya. Semangat nenek inipun membuat relawan Sandal Jepitan Bareng tergerak hatinya.

Koordinator relawan Sandal Jepitan Bareng, Budi Irawanto mengatakan, bantuan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat Nenek Sumartini. ”Kami mengapresiasi orang-orang yang meski diusia senjanya, namun masih terus berjuang. Mereka yang pantang, maaf, meminta-minta,” kata dia kepada Borobudurnews, Senin (5/10/2020).

Dia menjelaskan, pemberian bantuan itu berawal dari dirinya yang melihat secara langsung kondisi Nenek Sumartini.  Sebelum menyalurkan, dirinya melakukan sosial ekperimen dengan membeli beberapa dagangan Nenek Sumartini namun uangnya kurang untuk membayar.

”Kemarin dapat laporan, bahwa suami (Nenek Sumartini) baru saja meninggal, namun luar biasanya beliau terus semangat apalagi ditengah-tengah pandemi Covid-19. Dengan kondisi saat ini, beliau malah justru berbagi. Kemarin (membeli minuman) kurang (uangnya). Namun mbahnya bilang sudah saya ikhlaskan,” ujar Budi.

Loading...
Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Berdasar hal tersebut, Budi dan relawan lain di Sandal Jepitan Bareng pun membuka donasi untuk Nenek Sumartini. Setelah terkumpul, sebagian donasi yang masuk digunakan untuk membuat gerobak dagangan dan sebagian lainnya untuk modal usaha.

”Untuk teman-teman, kita lihat banyak sekali dalam kondisi saat ini membuat patah semangat, menggerutu bahkan menyalahkan satu dengan yang lain. Namun satu hal pesan saya, kita lihat dari Mbah Sumartini, bagaimana kita harus semangat berjuang , tulus dan ikhlas menjalani kehidupan ini,” ujar Budi.

Sementara itu, Nenek Sumatini yang medapat bantuan tersebut pun tak kuasa menahan harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengucapkan syukur dan terima kasih.

”Saya senang. Tidak menyangka (akan diberi bantuan). Orang jajan namun uangnya kurang untuk membayar. Saya ikhlas,” kata dia dengan mata berkaca-kaca. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: