Kisruh Suporter Vs Manajemen, Bupati Sleman Ultimatum Pemegang Saham PT PSS

BNews—JOGJAKARTA— Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melakukan zoom meeting dengan pemilik saham mayoritas PT PSS, Jumat, (15/10). Dalam pertemuan itu, pemegang saham dihadiri Agus Projosasmito selaku salah satu pemegang PT PSS dari PT Palladium Pratama Cemerlang selaku pemegang saham mayoritas.

Kustini mengungkapkan, pertemuan ini didasari atas aduan suporter Laskar Elang Jawa yang disampaikan di rumah dinas Bupati, Kamis, (14/10) malam. Ribuan suporter mendatangi Rumah Dinas Bupati untuk menyampaikan aduannya menyoal kisruh antara suporter Laskar Elang Jawa dan manajemen PT PSS.

”Para suporter ini sudah lama menunggu bahkan ada yang sampai ke Jakarta dan Bandung. Tapi sampai hari ini belum ada jawaban yang memuaskan. Maka dari itu Saya di sini ingin meminta jawaban yang tegas dari pemegang saham, bagaimana,” tutur Kustini saat berbincang melalui zoom.

Kustini meminta pemegang saham PT PSS agar bersikap tegas terhadap sikap manajemen yang terkesan lamban memberi respons pada aduan suporter. Jawaban tegas yang dimaksud kustini adalah permintaan suporter agar Direktur Utama PSS, Marco Gracia Paulo, pelatih Dejan Antonic, dan pemain Arthur Irawan keluar.

Hingga saat ini, manajemen terkesan mengulur waktu dan tidak mengindahkan tuntutan suporter tersebut. ”Saya selalu memantau perkembangan PSS dan dari informasi yang Saya dengar (tuntutan) akan dipenuhi sebelum pertandingan seri kedua. Tapi sampai ini belum ada jawaban tegas yang akhirnya memicu kemarahan para suporter,” ungkap Kustini.

Sementara itu, saat disinggung apa keputusan pemegang saham terkait tuntutan suporter, Agus tidak bisa memberikan jawaban. Alasannya ketidakhadiran pemilik saham Effy Soenarni Soeharsono.

”Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi memang belum ada titik temu. Jadi Saya butuh bantuan lagi dari Ibu Bupati,” terang Agus.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Menindaklanjuti hal tersebut, Kustini langsung mengirimkan surat melalui Pemkab Sleman sebagai bentuk ultimatum. ”Saya akan kirim suratnya. Saya kasih waktu sampai Senin sore. Kalau sampai belum ada sikap tegas minimal dari salah satu tuntutan itu, akan Saya tindak lanjut,” tegas Kustini. (ifa/han)

Sumber: Baca Jogja

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: