KKN Untidar Luncurkan Gerakan MELUMAH di Magelang, Upaya Cegah Stunting dari Bahaya Asap Rokok
- calendar_month Sel, 28 Jul 2026

Foto bersama perangkat desa dan masyarakat Desa Japan dalam sosialisasi pencegahan stunting melalui gerakan “MELUMAH”_foto Reza Chotimatul Zahro
BNews—MAGELANG— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) Desa Japan menggelar sosialisasi pencegahan stunting sekaligus meluncurkan gerakan “MELUMAH” (Merokok di Luar Rumah) di Desa Japan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Rabu (21/7/2026).
Gerakan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN Untidar dalam mendukung pencegahan stunting melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya paparan asap rokok di dalam rumah, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Japan tersebut diikuti sekitar 29 peserta. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Japan Rudy Atmoko, Ketua Tim Penggerak PKK Lina Safitri, Bidan Desa Emy Yulianti, perwakilan BPD Triyanto, sekretaris desa, tokoh dusun, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta kader Posyandu Desa Japan.
KKN Untidar Dorong Peran Masyarakat Cegah Stunting
Kegiatan sosialisasi diawali dengan sambutan Ketua Kelompok KKN Universitas Tidar Desa Japan, Muhamad Bunayya Hanifa.
Ia menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari program kerja wajib Universitas Tidar yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka stunting di Desa Japan.
“Pelaksanaan program kerja ini merupakan bentuk realisasi dari proker wajib Universitas Tidar. Harapannya dari kegiatan ini dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan angka stunting, salah satunya di Desa Japan,” ujar Bunayya.
Sementara itu, Kepala Desa Japan Rudy Atmoko memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN Untidar yang menjadikan isu stunting sebagai salah satu program utama selama menjalankan pengabdian masyarakat.
Menurut Rudy, meskipun jumlah balita di Desa Japan relatif sedikit, angka stunting yang ada menjadi perhatian karena persentasenya cukup tinggi dibandingkan wilayah lain.
Ia menjelaskan, jumlah balita di Desa Japan sekitar 80 anak, dengan 20 di antaranya mengalami stunting. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius meskipun program keluarga berencana (KB) di desa tersebut telah berjalan dengan baik.
“Program ini memang berat dilakukan bagi para kaum laki-laki, namun jika hal ini memang menjadi program, mari kita sama sama melaksanakan dan mewujudkan gerakan melumah ini sehingga generasi masa depan dapat menjadi generasi yang sehat dan unggul,” ujar Kepala Desa Japan, Rudy Atmoko.
Ia berharap gerakan “MELUMAH” dapat membantu menurunkan angka stunting secara bertahap sekaligus menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak.
Gerakan MELUMAH Fokus Kurangi Paparan Asap Rokok
Berbeda dengan program pencegahan stunting yang umumnya berfokus pada perbaikan gizi dan pola makan, gerakan “MELUMAH” ;lebih menitikberatkan pada aspek sanitasi udara di dalam rumah.
Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak untuk tidak merokok di dalam rumah, khususnya ketika terdapat ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, angka stunting di Kabupaten Magelang masih cukup tinggi dengan jumlah sekitar 10.490 balita. Sementara itu, di Desa Japan tercatat terdapat 20 balita mengalami stunting.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Asap rokok menjadi salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap risiko stunting, selain faktor ekonomi, kondisi gizi ibu hamil, serta riwayat penyakit pada anak.
Sosialisasi tersebut juga merujuk pada temuan Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (2018) yang menyebutkan bahwa balita; yang hidup bersama orang tua perokok berpotensi memiliki berat badan rata-rata 1,5 kilogram lebih rendah serta memiliki risiko 5,5 persen lebih tinggi; mengalami stunting dibandingkan balita yang tidak terpapar asap rokok.
Banner Kampanye Dibagikan ke Delapan Dusun
Sebagai tindak lanjut gerakan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Tidar Desa Japan juga membagikan banner kampanye “MELUMAH”; kepada kader Posyandu dan kepala dusun di seluruh wilayah Desa Japan.
Banner tersebut nantinya akan dipasang di rumah-rumah yang terdapat ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita. Tujuannya untuk mengingatkan keluarga agar tidak merokok di dalam rumah.
Melalui pemasangan banner tersebut, mahasiswa KKN berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya asap rokok terhadap tumbuh kembang anak semakin meningkat.
Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, upaya pencegahan stunting di Desa Japan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan; angka stunting dapat ditekan secara bertahap.
Penulis: Tim KKN Universitas Tidar Desa Japan 2026
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar