Kondisi Komplek Bangunan Purbakala Candi Retno Secang Semakin Membaik

BNews–MAGELANG– Semakin membaik kondisi komplek bangunan prubakala, Candi Retno sebuah candi Hindu yang terletak di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Pasalnya komplek situs Candi Retno yang pada awalnya terbuka, saat ini sudah diberi atap peneduh.

“Dua tahun lalu atap Candi Retno dibangun, sehingga saat ini air hujan tidak langsung jatuh menimpa bangunan candi.

Selain bangunan atap, oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, lokasi tersebut juga dipasang lampu 2200 Watt, sebanyak enam buah pada bulan lalu,” ucap Juru Pelihara Candi Retno, Roba’i, Minggu (31/10/2021).

Dengan adanya fasilitas tersebut, keberadaan atap akan membuat struktur bangunan Candi Retno lebih awet dari faktor cuaca. Dan saat malam hari sistem penerangan cukup memadai.

“Bangunan Candi diharapkan akan lebih awet karena faktor cuaca hujan dan panas sudah terhalang atap peneduh. Ditambah sistem penerangan pada malam hari menjadi terang sehingga mudah untuk pengawasan,” jelas Roba’i.

Pentingnya atap peneduh pada Candi Retno, dikarenakan candi tersebut cukup berbeda dengan candi-candi lainnya di Kabupaten Magelang. Yang mana struktur bangunan candi pada umumnya menggunakan bahan batu andesit, adapun pada Candi Retno menggunakan bahan batu bata.

“Candi Retno berbeda dengan candi lainnya, bangunan candi berbahan bata. Adapun kondisi saat ini berupa reruntuhan yang menyisakan bangunan tangga masuk candi, pondasi luar (bagian kaki), dan pondasi dalam (bagian tubuh candi).

Bangunan Candi Retno lebih mirip kepada pemukiman (rumah) jaman dahulu. Selain itu terdapat temuan lainnya pada wilayah tersebut seperti yoni dan arca,” papar Roba’i.

Roba’i menceritakan, lokasi ditemukan situs Candi Retno awalnya dulu adalah area pemakaman. Setelah digali dan terdapat candi, maka makam dipindahkan.

“Ditemukan pada tahun 1976 dan dilakukan penggalian dilakukan pada tahun 1979, kemudian selesai pada 1980.

Beberapa warga masih melakukan kegiatan berdoa disitus ini, karena dulu merupakan area pemakaman,” ungkap Roba’i.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: