Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kremasi Murdaya Poo di Borobudur Dipimpin Biksu Tibet

Kremasi Murdaya Poo di Borobudur Dipimpin Biksu Tibet

  • calendar_month Rab, 7 Mei 2025

BNews-MAGELANG-Jenazah konglomerat Indonesia, Murdaya Widyawimarta Poo, dikremasi pada Rabu, 7 Mei 2025 pukul 11.00 WIB di Bukit Dagi. Lokasinya terletak di dalam kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Prosesi kremasi dilaksanakan secara tradisional, dipimpin oleh biksu asal Tibet, Chungpo Gyalton Rinpoche.

Kremasi menggunakan 1,5 meter kubik kayu cendana dan gaharu, sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap nilai-nilai spiritual dan keyakinan Buddhis yang dianut Murdaya semasa hidup.

Peti jenazah Murdaya Poo telah disemayamkan di kaki Bukit Dagi sejak Selasa (6/5/2025). Sejumlah biksu dan umat Buddha turut hadir untuk melakukan puja Amitabha sebagai penghormatan terakhir.

Keesokan harinya, Rabu (7/5/2025), peti jenazah dibawa ke puncak Bukit Dagi. Iring-iringan doa dipanjatkan oleh perwakilan sangha dari aliran Tantrayana, Mahayana, dan Theravada, serta diikuti oleh keluarga dan kerabat.

Prosesi kremasi berlangsung secara tertutup, hanya dihadiri oleh keluarga, sanak saudara, dan para biksu. Peti jenazah diangkut dengan mobil menuju titik kremasi di puncak Bukit Dagi.

Di lokasi, sejumlah tenda sementara disiapkan untuk menampung keluarga dan biksu yang ingin menyaksikan prosesi kremasi. Peti jenazah ditutup dengan kayu di atas alas batu bata sebelum api dinyalakan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Sebelum proses pembakaran, dilakukan doa bersama yang dipimpin seorang biksu. Kremasi diperkirakan berlangsung selama 5 hingga 8 jam.

Anak kedua Murdaya Poo, Prajna Murdaya, menjelaskan bahwa keputusan untuk kremasi secara tradisional merupakan keinginan keluarga.

“Ini (kremasi secara tradisional) sesuai dengan tradisi Buddhis yang dipimpin oleh seorang biksu dari Tibet,” ujarnya, Rabu (7/5/2025).

Prajna menambahkan, abu jenazah akan diambil satu hingga dua hari setelah prosesi selesai, menunggu kondisi abu benar-benar dingin. Abu tersebut akan dikumpulkan pada Jumat (9/5/2025) dan dimasukkan ke dalam guci untuk didoakan.

Pada Senin (12/5/2025), tepat di puncak perayaan Tri Suci Waisak, abu Murdaya Poo akan dibawa ke altar di Zona I Candi Borobudur sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Istri almarhum, Siti Hartati Murdaya, mengungkapkan rasa syukurnya atas banyaknya doa yang terus mengalir dari berbagai kalangan.

“Beliau sudah bahagia dan berhasil meninggalkan jasadnya yang sudah sangat berat karena penyakit dan usia,” paparnya.

Hartati juga mengungkapkan tekadnya untuk melanjutkan cita-cita almarhum.

“Apa yang dicita-citakan, satu per satu akan dicapai. Termasuk menjaga keluarganya. Semoga beliau di sana akan damai dan mencapai dunia yang kekal abadi,” sambung Hartati.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag, Supriyadi, menambahkan bahwa prosesi kremasi merupakan bagian dari ajaran Buddha tentang ketidakkekalan.

“Kami turut menyertai beliau (Murdaya Poo) untuk prosesi kremasi dan melimpahkan jasa kebajikan serta mengiringi perjalanan beliau ke alam yang lebih bahagia,” katanya. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less