Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kapan Suhu Panas di Indonesia Berakhir? Begini Penjelasan BMKG

Kapan Suhu Panas di Indonesia Berakhir? Begini Penjelasan BMKG

  • calendar_month Ming, 30 Apr 2023

BNews—NASIONAL— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa penyebab suhu panas di Indonesia disebabkan karena adanya gerak semu Matahari. Yang mana merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.

Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa Indonesia berada di wilayah tropis, di mana sepanjang tahun suhu temperatur rata-ratanya adalah 25 derajat Celsius di pagi hari dan 33-34 derajat Celsius di siang hari.

Meskipun demikian, ada dua periode dalam satu tahun ketika Matahari melintas dan mendekati Khatulistiwa.

“Sebagai efeknya, misal ketika Matahari melintasi mendekati khatulistiwa pada akhir Maret, maka dua bulan berikutnya yaitu April dan Mei suhu atau temperatur di sekitar wilayah Indonesia itu akan naik dan terasa lebih panas,” ujarnya, Jumat (28/4/2023).

“Namun memang ada jedanya dan tidak naik secara langsung. Itu kalau kita sebut adalah salah satu akibat dari gerak semu Matahari,” sambungnya.

Ia menyampaikan bahwa biasanya Matahari akan melintas di khatulistiwa pada Maret dan September setiap tahunnya.

“Jadi, periode panas yang dirasakan sekarang di Indonesia akhir-akhir ini adalah konsekuensi dari gerak semu Matahari yang berlangsung biasanya pada April dan Mei setiap tahunnya yang berakibat pada temperatur suhu menjadi lebih hangat dari biasanya,” tandasnya.

Dampak dari adanya suhu panas tersebut yakni masyarakat jelas lebih merasa gerah. Hal tersebut terjadi karena suhu cuaca menjadi sedikit lebih tinggi dari biasanya. Selain itu, gerah yang dirasakan oleh masyarakat juga terjadi karena uap air dari transisi musim hujan ke musim kemarau.

“Jadi ketika temperatur suhu naik, lalu kelembapan udara juga masih tinggi, maka itu membuat rasa tidak nyaman yang akhirnya dirasakan masyarakat menjadi gerah,” ungkapnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Kendati demikian, Ardhasena menyampaikan bahwa cuaca panas yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini tidak berhubungan dengan kemarau. “Cuaca panas ini bukan merupakan sebab akibat dengan adanya kemarau, karena kemarau itu merupakan salah satu musim yang pasti akan terjadi,” jelasnya.

Ia mengatakan, Indonesia nantinya juga akan masuk ke musim kemarau yang akan dimulai dari akhir Mei hingga September. Namun, setiap tempat dan wilayah akan memiliki musim kemarau yang berbeda-beda termasuk intensitas panasnya.

Ardhasena menyampaikan, secara umum periode panas atau pancaroba (masa peralihan musim hujan ke musim kemarau) biasanya akan terjadi pada April dan Mei. Di mana suhu atau temperaturnya sudah akan lebih turun dari tingkat yang saat ini.

“Sebetulnya saat ini suhunya juga sudah mulai menurun dibandingkan beberapa hari yang lalu,” ucapnya.

“Meskipun begitu, suhu panas kemungkinan akan membaik pada April dan Mei nanti,” pungkasnya. (*)

Sumber: Kompas.com

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less