IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Kronologi Begal Bersenjata Api Rampas Handphone di Magelang

BNews–MAGELANG-– Aksi diduga begal beraksi di kawasan Kota Magelang, kemarin siang (31/12). Tak segan segan pelaku menodongkan pistol kepada korbannya yang merupakan anak anak.

Korban diketahui bernama Farrel dan Kiki. Mereka warga Karang Kulon Bandongan Kabupaten Magelang. Saat itu dua anak yang masih pelajar SMP sedang melakukan aktivitas lari pagi.

Orang tua korban menuturkan kejadian bermula ketika kedua anaknya sedang lari. Tiba tiba dihadang oleh pemotor mengensarai mio. Kemudian diminta untuk naik kendaraan itu.

Karena takut, keduanya menuruti perintah orang tak dikenal itu. Sesampainya di SDN 3 Magelang daerah Cacaban mereka diminta turun kemudian dipaksa menyerahkan handphone mereka.

Setelah berhasil merampas hp kedua anak itu, orang tersebut pergi dan memaksa Kiki untuk ikut. Sedangkan farel ditinggal dilokasi tersebut.

“Anak saya Farel menunggu disitu hingga pukul 13.00 wib tapi kiki tidak kunjung dipulangkan orang tidak dikenal tersebut. Kemudian farel minta tolong orang dan dikasih uang Rp 10 ribu untuk pulang kerumah,” paparnya.

“Sesampainya dirumah, saya dan Farel mendatangi rumah Kiki untuk memberi tahu orang tuanya yang kebetulan tetangga saya juga. Kemudian kami melapor ke Polresta Magelang atas kejadian tersebut,” terangnya.

Loading...

Disebutkannya juga, setelah melapor ke Polresta Magelang dan pulang ke rumah Kiki ternyata anak tersebut sudah dirumah. “Saat itu kondisi Kiki masih bingung seperti linglung. Dan saat ditanya kejadiannya Kiki tidak tahu diajak kemana,” sebutnya.

“Saya dan orang tua Kiki melapor ke Polresta menjelaskan kejadian dan ciri ciri pelaku. Menurut keterangan anak saya pelaku seorang pria menggunakan Mio Merah, membawa postol, menggunakan masker, muka sedikit di coreng-coreng dan dalam kondisi mabuk. Pelaku sempat memberi tahu nama dan alamatnya namun itu benar atau tidak sudah kami laporkan ke Polresta,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: